
Magelang, medianasional.id – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Magelang bersama berbagai elemen masyarakat menggelar deklarasi damai yang dilaksanakan di halaman apertemen musvia Polres Magelang Kota, Kamis (9/9/2021).
Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan Kondusif Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Magelang diantaranya Walikota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz, Sp.PD, K-GH, FINASIM, Kapolres Magelang Kota, AKBP Asep Mauludin, S.I.K, M.H, Dandim 0705 / Magelang, Letkol Arm Rokhmadi, S.Sos.,M.Tr (Han)., Ketua DPRD Kota Magelang yang diwakili Tyas Anggraeni BP, S.E, M.Sc. (Wakil ketua), Kepala Kejaksaan Negeri Kota Magelang, atau yang mewakili dan Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang, Sri Harsiwi, S.H., M.H. bersama berbagai elemen masyarakat melalui perwakilannya menggelar deklarasi damai.
elemen masyarakat yang mengikuti deklarasi damai yaitu Ketua PCNU Kota Magelang, Ketua PD Muhamadiyah Kota Magelang, Ketua Pemuda Pancasila Kota Magelang, Ketua Macan Tidar Kota Magelang, Ketua Elang Sakti Kota Magelang, Ketua GPK aliansi Kota Magelang, Ketua Satria Kota Magelang, Ketua PGN (Patriot Garuda Nusantara) Kota Magelang, Ketua FKUB Kota Magelang, Ketua Paguyuban SMHTI Kota Magelang, Ketua PWI Kota Magelang, Ketua BEM Untidar, Ketua BEM UNNIMA, (Senat Mahasiswa STMIK Bina Patria Magelang, Ketua BEM AKATIRTA dan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Sebelum ditandatangani naskah deklarasi seluruh peserta sepakat dan satu suara mengucapkan deklarasi damai, “Kami elemen masyarakat Kota Magelang yang bertandatangan dibawah ini menyatakan akan selalu menjaga keamanan, kedamaian dan ketentraman di wilayah Kota Magelang serta menolak segala bentuk tindakan anarkis ujaran kebencian dan penyebaran hoax yang akan mengganggu kedamaian di wilayah Kota Magelang”.
Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin, S.I.K., M.H. sebagai inisiator kegiatan deklarasi damai mengatakan potensi gangguan di wilayah kota Magelang selalu ada. jangan sampai dalam berorganisasi dalam suatu kelompok masyarakat menyebabkan terjadinya perpecahan. “Harus bisa menjadi pemersatu mempererat hubungan silaturahmi persaudaraan antar sesama warga Kota Magelang,” kata AKBP Asep.
Ia juga menambahkan beberapa kejadian didaerah lain ini ada permasalahan antar kelompok masyarakat dan ternyata yang berselisih diantaranya adalah tetangga yang tempat tinggalnya selisih berapa rumah saja yang sehari-hari berkomunikasi baik.
“Harapan kita semua elemen masyarakat yang ada di kota Magelang juga bisa bersama-sama dan berkontribusi yang positif untuk terpeliharanya keamanan dan kedamaian di wilayah Kota Magelang,” tambahnya.
Reporter : Tyo
Editor : Drajat






