Edukasi Sejarah, OSIM MTsN 1 Pulau Morotai Kunjungi Museum Perang Dunia II

Maluku Utara1514 Dilihat

Morotai, Medianasional.id – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Menjelajahi Sejarah” pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini diisi dengan mengunjungi Museum Perang Dunia II yang berlokasi di Desa Totodoku dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan.

Program pembelajaran luar kelas (outdoor learning) ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) mengenai sejarah Perang Dunia II di kawasan Pasifik. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat identitas lokal, menanamkan jiwa nasionalisme, serta memupuk kesadaran akan pentingnya nilai-nilai perdamaian.

Kepala MTs Negeri 1 Pulau Morotai, Nursina Fete, menyambut positif inisiatif para siswa. Menurutnya, Pulau Morotai merupakan laboratorium sejarah alam terbuka yang kaya akan nilai historis.

“Dengan mengunjungi Museum Perang Dunia II, siswa kami diajak untuk mengenal jati diri daerahnya sekaligus konteks sejarah bangsa. Saya berharap siswa-siswi kami menjadi duta sejarah yang mampu menceritakan kisah heroik Morotai, serta menjadikan semangat juang tersebut sebagai motivasi berprestasi,” ujar Nursina.

Merasakan Langsung ‘Ruh’ Sejarah

Selama berada di museum, para siswa dipandu oleh pemandu lokal untuk mempelajari kronologi kedatangan pasukan Sekutu, pertempuran udara, hingga kehidupan masyarakat Morotai kala itu. Mereka juga melihat langsung berbagai koleksi artefak, seperti peninggalan militer Jepang dan Amerika Serikat, pecahan bom, hingga foto-foto dokumenter langka.

Ketua OSIM MTsN 1 Pulau Morotai, Siti Nurdiana Aklia, mengaku mendapat kesan mendalam dari kunjungan ini.

“Selama ini kami hanya membaca Perang Dunia II di buku pelajaran. Namun saat berdiri di hadapan artefak dan meriam secara langsung, rasanya berbeda. Kami jadi sadar bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini dibayar dengan perjuangan besar,” kata Aklia.

Senada dengan hal tersebut, Pembina OSIM, Ijat Mandea, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter siswa.

“Kami ingin siswa tidak hanya menghafal tahun dan nama tokoh, tetapi merasakan ‘ruh’ dari sejarah tersebut. Di sini mereka belajar tentang ketangguhan, strategi, dan pentingnya persatuan. Sebagai generasi muda Morotai, mereka harus bangga dan tahu cara menjaga warisan ini,” tutur Ijat.

Refleksi Pertamain dan Pelestarian Memori Kolektif

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, terutama saat sesi tanya jawab mengenai detail strategi perang dan dampak sosial bagi warga lokal pasca-perang.

Rangkaian acara ditutup dengan sesi refleksi singkat tentang makna perdamaian dan foto bersama di depan monumen utama museum. Melalui kegiatan ini, OSIM MTsN 1 Pulau Morotai berharap dapat terus melestarikan memori kolektif sejarah bangsa sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai tanah air.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses