Kampar, medianasional.id – Proses seleksi pengadaan guru di SD Negeri 001 Salo yang semula diharapkan berlangsung transparan dan adil, kini menuai sorotan publik. Sekolah tersebut membuka lowongan untuk dua formasi, yakni satu guru Bahasa Inggris dan dua guru Bahasa Melayu Riau (BMR). Antusiasme pelamar cukup tinggi, dengan empat orang pendaftar untuk posisi Bahasa Inggris dan sembilan orang untuk BMR.
Namun, sejumlah peserta menilai hasil seleksi tidak mencerminkan prinsip keadilan. Mereka menduga kepala sekolah melakukan intervensi dalam penentuan kelulusan. Seorang peserta menyebutkan, ada calon guru yang gagal dalam tes Bahasa Inggris justru dipaksakan lolos di formasi BMR. Dugaan ini dikaitkan dengan adanya “titipan” dari oknum pejabat Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kampar.
Seorang pejabat dinas, Adiyanto, menegaskan pihaknya sejak awal telah melarang seleksi tersebut karena bertentangan dengan surat edaran Bupati Kampar yang merujuk pada aturan Menpan RB terkait larangan pengangkatan pegawai honorer.
“Kami sudah memanggil kepala sekolah untuk menghentikan proses ini, namun tetap dijalankan hingga menimbulkan masalah,” ujarnya.
Peserta seleksi mengaku kecewa karena peluang mereka pupus akibat dugaan intervensi.
“Jika aturan bupati saja dilanggar, bagaimana kepala sekolah bisa menjaga prinsip keadilan di sekolah?” keluh salah seorang pelamar. Minggu, (25/01/26).
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala SD Negeri 001 Salo, Heri S.Pd, membantah adanya praktik curang. Ia menegaskan sekolah tidak membuka lowongan guru honorer, melainkan mencari asisten pembelajaran untuk mendukung proses pendidikan.
“Semua diseleksi oleh tim yang kompeten, bukan keputusan saya pribadi,” jelasnya melalui pesan singkat.
Sementara itu, Novi, panitia seleksi, menambahkan bahwa proses masih berjalan dan penilaian dilakukan berdasarkan rekaman simulasi mengajar. Ia menegaskan seleksi bukan untuk guru honorer, melainkan asisten pembelajar yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas proses rekrutmen di sekolah negeri, sekaligus memunculkan desakan agar Dinas Pendidikan dan Bupati Kampar melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan di SD Negeri 001 Salo.






