Duel di Media Sosial Berujung Penganiayaan, Dua Tersangka Ditangkap

Jawa Tengah, Kendal535 Dilihat

KENDAL- medianasional.id- Kejadian bermula dari duel komentar Galing Setyo Sakti (19) di postingan media sosial TokTok milik Satriyo. Korban berkomentar dengan emotikon tertawa, yang membuat Satriyo merasa tersinggung. Satriyo kemudian menantang korban untuk bertemu dan berduel, lalu korban menerima tantangan tersebut.

Duel antara korban dan Satriyo terjadi pada hari Minggu, 30 Maret 2025, sekitar pukul 20.00 WIB disebuah makam Desa Krikil, Kecamatan Pageruyung, Kendal. Setelah duel, korban mengaku kalah dan masalah dianggap selesai.

Namun, setelah duel, korban diajak oleh Deviardhy GK dan Hananda SM ke rumah Deviardhy GK di Sudagaran, Desa Kebumen, Sukorejo, Kendal.

“Di rumah Deviardhy korban ditanya-tanya tentang postingan di media sosial TokTok yang dianggap menyinggung atau mengejek,” kata Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, Kamis (22/5/25).

Saat akan pulang, lanjut Kapolres, sekitar pukul 23.00 WIB, teman korban bernama Lintang dipukul oleh Hananda SM dan Deviardhy GK.

Mereka melakukan pemukulan terhadap korban, sehingga korban mengalami luka pada bagian kepala, badan, dan tangan.

“Korban alami luka di bagian kepala, badan, dan tangan,” jelas Kapolres.

Atas peristiwa itu, Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap dua tersangka, yaitu Hananda SM dan Deviardhy. Polisi lalu menyita barang bukti berupa 1 (satu) kaos warna hitam lengan pendek.

Atas perbuatan itu, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 1 KUH Pidana tentang kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum secara bersama-sama.

“Ancaman hukumannya 5 tahun 6 bulan penjara,” tegas Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama terkait dengan kekerasan dan penganiayaan yang terjadi akibat kesalahpahaman di media sosial. Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk memastikan keadilan bagi korban.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses