SALATIGA–medianasional.id – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (13/2/26). Bukan hanya rutinitas harian, tetapi semangat kebangsaan yang mengisi ruang pertemuan saat Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat, dr. Raja Faisal Manganju Sitorus, hadir untuk menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pegawai magang dan warga binaan.
Mengusung tema “Membangun Karakter Disiplin, Toleransi, dan Tanggung Jawab melalui Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan bagi Warga Binaan dan Pegawai Magang,” kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi seluruh peserta.
Dalam penyampaiannya, dr. Raja Faisal menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya materi untuk dipahami, tetapi nilai yang harus dihidupi dalam setiap langkah kehidupan.
“Setiap manusia berhak untuk bertumbuh dan menjadi lebih baik. Empat Pilar ini adalah fondasi agar kita memiliki arah, pegangan, dan harapan dalam menjalani kehidupan, di mana pun kita berada,” ungkapnya dengan penuh empati.
Ia menyampaikan bahwa disiplin bukan sekadar soal aturan, tetapi tentang menghargai waktu, komitmen, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Toleransi adalah kunci hidup berdampingan dalam keberagaman, sementara tanggung jawab adalah bukti kedewasaan dalam bersikap dan bertindak.
Kepada para warga binaan, dr. Raja Faisal memberikan pesan motivasi bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan semangat baru.
Sementara itu, bagi para pegawai magang, ia mengingatkan bahwa pengalaman di lingkungan rutan adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan kepekaan sosial, integritas, dan profesionalisme.
“Bangsa ini dibangun oleh karakter. Jika karakter kita kuat disiplin, toleran, dan bertanggung jawab maka Indonesia juga akan semakin kuat,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Sejumlah warga binaan dan pegawai magang turut berbagi pandangan serta harapan mereka ke depan. Dialog yang terjalin menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan mampu menyentuh hati dan membuka ruang perubahan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan semangat Empat Pilar tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi benar-benar menjadi pijakan dalam membentuk pribadi yang lebih baik, baik bagi warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan maupun generasi muda yang sedang belajar mengabdi. Karena pada akhirnya, membangun bangsa dimulai dari membangun manusia.





