KENDAL- medianasional.id- Anggota DPRD Kabupaten Kendal, Khasanudin, memberikan dukungan penuh terhadap program pembinaan dan mental pelatihan kedinasan yang digelar di Kawasan Produksi Widuri, Wonosari, Pegandon. Menurutnya, program ini menjadi langkah positif dalam mencetak generasi muda bermental tangguh dan siap berkarier di institusi kedinasan maupun TNI–Polri.
Sebagai salah satu pengurus Kawasan Produksi Widuri, Khasanudin menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kawasan Produksi Widuri dengan PT ABC Training Camp. Program ini diadakan untuk memberikan pelatihan dan bimbingan pendidikan bagi para calon peserta sekolah kedinasan, yang selama ini masih dianggap hal baru di Kabupaten Kendal.
“PT ABC sudah cukup lama menyelenggarakan kegiatan seperti ini, bahkan sudah dirintis sejak tahun 1996. Dulu pesertanya masih sedikit dan hanya diketahui dari mulut ke mulut, tapi sekarang siapa pun bisa ikut selama memenuhi persyaratan,” katanya, Kamis, (13/11/2025).
Khasanudin menilai, program kolaborasi antara Kawasan Produksi Widuri dengan PT ABC ini, membuka peluang besar bagi putra-putri Kendal untuk menembus sekolah kedinasan, TNI, dan Polri.
Ia berharap, pemerintah daerah turut memberikan dukungan penuh agar semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk ikut serta.
“Jika pemerintah ikut mendukung, tentu akan muncul harapan baru bagi masyarakat Kendal. Murid-murid akan semakin bersemangat karena melihat adanya jalan terbuka untuk berkarier di instansi negara,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemajuan bangsa melalui peningkatan kualitas SDM.
“Dengan masuknya putra-putri terbaik daerah ke dunia kedinasan dan militer, mereka akan mengabdi secara profesional dan menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia,” tutupnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Rizky Andrika selaku Tenaga Ahli Staf Khusus Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Indonesia Brain menilai, Binlat Widuri merupakan model pelatihan yang patut ditiru oleh daerah lain. “Ini adalah investasi SDM yang sejalan dengan visi Generasi Emas 2045. Integrasi antara disiplin militer dan kemampuan akademik berbasis CAT menjadi standar ideal yang dibutuhkan negara,” ujarnya.
Pembina Kawasan Produksi Widuri, Muh. Arif Rubai, menjelaskan bahwa Binlat ini menerapkan standar seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes psikologi, hingga tes akademik berbasis CAT dengan sistem terintegrasi nasional. “Tes jasmani dilaksanakan di Stadion dan Kolam Renang Boja dengan dukungan penuh dari Pemkab Kendal. Sinergi lintas instansi ini menjadi kekuatan utama Widuri,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan penutupan pembinaan dan pelatihan (Binlat) angkatan pertama secara seremonial dilakukan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, Rabu (12/11). Dikesempatan itu, para murid menampilkan atraksi kedisiplinan peserta Binlat yang memukau para tamu undangan.
Dalam sambutanya Bupati Kendal berharap, semangat dan mental juang yang terbentuk selama pelatihan dapat menjadi modal penting dalam perjalanan para peserta menuju cita-cita menjadi abdi negara. “Perjuangan masih panjang, jangan menyerah. Pembangunan SDM adalah pilar utama ketahanan nasional,” tegas Bupati.(*)






