DPR RI Raja Faisal Sosialisasikan Empat Pilar di Kemijen, Tekankan Penguatan Rasa Nasionalisme 

SEMARANG — medianasional.id-Anggota DPR RI Raja Faisal Manganju Sitorus menekankan pentingnya penguatan rasa nasionalisme di tengah derasnya arus globalisasi.

Hal itu disampaikan saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama warga Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIB tersebut diikuti warga dengan antusias.

Sosialisasi digelar sebagai upaya memperkuat nilai kebangsaan serta menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di tengah perubahan sosial yang semakin dinamis.

Raja Faisal menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.

Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan menjadi semakin relevan di era globalisasi yang membawa berbagai pengaruh, baik positif maupun negatif. Tanpa pemahaman yang kuat, masyarakat dinilai rentan kehilangan jati diri dan melemahnya rasa persatuan.

“Kita harus siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berjiwa nasionalis,” ujar Raja Faisal yang akrab disapa Bang Raja.

Ia menjelaskan, pengamalan Empat Pilar Kebangsaan dapat diwujudkan melalui sikap gotong royong, toleransi, serta saling menghormati antarwarga.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, masih sangat kuat dan menjadi karakter masyarakat, khususnya di lingkungan pedesaan.

“Terlihat nyata, rasa gotong royong sangat kental di masyarakat pedesaan,” imbuhnya.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah I itu juga menekankan peran pemerintah daerah hingga tingkat desa sebagai teladan dalam mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan melalui sikap adil, terbuka, dan empati dalam setiap interaksi sosial.

Meski demikian, politikus Partai Demokrat tersebut mengakui masih terdapat tantangan dalam penerapan nilai kebangsaan, seperti munculnya ego sektoral seiring perkembangan zaman.

“Oleh karena itu, penanaman jiwa nasionalisme sejak dini dinilai menjadi langkah penting,” tegas Bang Raja.

Kegiatan sosialisasi tersebut juga diisi dengan dialog interaktif bersama masyarakat. Berbagai aspirasi dan pandangan disampaikan warga, yang diharapkan mampu memperkuat penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sosial sehari-hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses