Sleman, medianasional.id – Dosen dan mahasiswa PPG Pra-jabatan gelombang 1 TA 2023,Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa melakukan pelatihan pemanfaatan buah pepaya bersama PKK Dusun Kaweden kalurahan Tirtoadi, kapanewon Mlati Sleman.
Pohon buah pepaya yang hidup subur di pekarangan rumah warga sehingga sangat cocok dimanfaatkan menjadi produk olahan yang agar bertahan lama dan memiliki cita rasa yang berbeda, untuk meningkatkan “added value” dan daya saing pepaya inferior, dari segi ekonomi dapat di lakukan alternatif seperti diversifikasi olahan pangan dengan bahan baku buah pepaya, sehingga bisa menghasilkan produk bernilai jual tinggi, dan di sertai dengan cara pengemasan yang menarik.
Dalam kesempatan di hadiri anggota PKK dusun Kaweden, Dosen Pembimbing Lapangan, Retno Utaminingsih, S,Pd, M. Pd.Si.dan Mahasiswa PPG Pra-jabatan UST.
Purwanti selalu ketua PKK Dusun Kaweden sangat mendukung program kegiatan dari mahasiswa PPG UST Yogyakarta, karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat sehingga bisa meningkatkan kreativitas dan inovasi bagi ibu rumah tangga dan juga bisa meningkatkan ekonomi, ujarnya.
Retno Utaminingsih menyampaikan pelatihan pemanfaatan buah pepaya menjadi permen, nugget bukan hanya memberikan manfaat ekonomi langsung. Tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat pendidikan, pemberdayaan lokal, dan perlindungan lingkungan. keberlanjutan kegiatan semacam ini dapat menjadi modal bagi upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berkelanjutan, ujarnya.
Dalam pembuatan permen dan nugget, buah pepaya muda menjadi bahan utama, ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis melalui peningkatan nilai tambah buah pepaya, tapi juga membuka peluang bagi masyarakat.
Selain itu juga memiliki berbagai manfaat seperti, dari sisi kesehatan sebagai alternatif konsumsi buah yang menyehatkan, karena pepaya kaya akan serat, vitamin C dan antioksidan yang penting untuk kesehatan tubuh. Dari segi ekonomi dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat karena selain bisa di jual di pasar lokal maupun regional. Sehingga bisa membuka peluang usaha baru sehingga mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Sebagai pendidikan dan pelatihan sehingga masyarakat bisa menerima hal yang baru dan selalu mau berinovasi dan lebih kreatif, untuk menghasilkan produk produk terbaru.
Dan juga sebagai pemberdayaan bagi masyarakat sehingga mampu memperkuat ikatan sosial dan ekonomi tingkat lokal, serta meningkatkan rasa memiliki terhadap lingkungan.
Mampu mengurangi pembuangan limbah makanan sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan limbah makanan, pungkasnya.
Seluruh anggota pelatihan begitu antusias dalam mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir, tampak jelas keseriusan dan rasa ingin tahu dan mau maju.
(Widayat)






