D’Modifest 2026 Jadi Panggung Inklusif, Siswa SLB Semarang Tampil Memukau

Jawa Tengah, Semarang502 Dilihat

Semarang, medianasional.id – Ajang Dekranasda Modest Fashion & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 menjelma menjadi panggung inklusif yang memberi ruang setara bagi semua kalangan. Hal itu tampak saat siswa difabel dari SLB Kota Semarang tampil percaya diri di Atrium The Park Mall Semarang, Jumat (27/2/2026) sore.

Di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, serta Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, enam siswa berkebutuhan khusus melangkah mantap di atas catwalk. Tanpa rasa canggung, mereka memperagakan busana karya desainer lokal dengan penuh penghayatan.

Balutan batik klasik, tenun warna-warni khas Jawa Tengah, hingga busana muslim yang anggun dikenakan dengan percaya diri. Setiap langkah diambil terukur, dari sisi kiri panggung menuju kanan, berhenti untuk berpose, lalu maju ke depan menyapa penonton dengan lambaian tangan dan senyum lebar.

Sorak sorai pengunjung memenuhi ruangan. Sejumlah penonton bahkan berdiri untuk mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Andika Julio, siswa kelas 9 SLB Semarang. Ia tampil nyentrik dengan topi dan balutan tenun ungu-kuning yang kontras. Saat tiba di depan panggung dan tepat berada di hadapan Wakil Gubernur, Andika berhenti sejenak lalu mengacungkan jempol dengan ekspresi penuh percaya diri. Aksi spontan itu disambut senyum lebar Taj Yasin dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.

Tak hanya siswa SLB, sebanyak 17 kepala OPD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut ambil bagian dalam peragaan busana tersebut. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan industri kriya dan fesyen daerah.

Usai fashion show, Taj Yasin bersama Nawal Arafah menghampiri para siswa dan menyerahkan bunga sebagai bentuk apresiasi.

“Bagus tadi penampilannya, semangat terus ya,” ujar Nawal kepada salah satu siswa.

“Terima kasih ya sudah berani maju. Tos dulu dong,” kata Taj Yasin sambil mengulurkan tangan, yang langsung disambut tepukan hangat dari seorang siswa difabel.

Menurut Nawal Arafah, busana yang ditampilkan dalam D’Modifest 2026 merupakan karya desainer lokal yang bertujuan mempromosikan produk unggulan Jawa Tengah sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.

Event ini berlangsung hingga Minggu, 1 Maret 2026, menghadirkan 50 stan fesyen dan UMKM kuliner dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Selain fashion show, berbagai perlombaan turut memeriahkan acara, mulai dari lomba hadroh antar-OPD dan BUMD, lomba tung-tung sahur pondok pesantren, hingga lomba band pelajar SMA/SMK.

“Harapannya kegiatan ini dapat memperkuat identitas budaya Jawa Tengah sekaligus menggerakkan UMKM-UMKM lokal kita,” pungkas Nawal.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses