Kampar, medianasional.id – Setelah beredarnya video penampakan Limbah Medis Berhaya Berserakan di TPAS Bangkinang, kini muncul pemberitaan “DLH Ragukan Beredarnya Video Limbah Medis Berserak di TPAS Bangkinang” yang ditayangkan oleh salah satu media online pada Jum’at, (30/07/2021).
Robinson Tambunan pengunggah video tersebut memberi tanggapan, “video tersebut saya dapat dari rekan satu profesi wartawan dari Japos.co bernama Davit Hutasoit. Satu minggu yang lalu Davit menghubungi saya melalui telelpon selulernya dan mengatakan kepada saya, bahwasannya ada sampah limbah medis berserakan di Tempat Penumpukan Akhir Sampah (TPAS) Bangkinang Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar yang terletak di Kelurahan Pasir Sialang, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Diantaranya ada jarum suntik dan ratusan botol kosong berlabel Neurotropic,” jelasnya. Sabtu, ( 31/07/21).
“Menurut keterangan dari rekan saya video itu diambil pada hari Selasa tanggal 20 Juli 2021. Setelah itu tanpa sengaja saya melihat Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, Yusrizal duduk di salah satu warung Kopi di Jalan Ahmad Yani Bangkinang Kota bersama teman – temannya. Lalu saya sampaikan adanya sampah medis berserakan di TPAS Bangkinang. Lalu Yusrizal menyikapi hal tersebut, menyuruh kawan saya datang langsung kepadanya,” ujar Robinson.
“Akhirnya mereka ada janji mau jumpa, dan Davit menghubungi saya untuk mendampingi dia menjumpai Yusrizal pada hari Rabu (28/07/21) kemarin. Setelah itu Davit menghubungi Yusrizal melalui telepon selulernya beberapa kali, namun tidak ada respon sama sekali dari Yusrizal. Selanjutnya saya juga menghubungi Yusrizal melalui pesan Whatshapp maupun telepon selulernya, namun tidak ada respon juga. Setelah itu kami mendatangi kantor DLH Kab. Kampar, namun Yusrizal tidak ada di tempat,” terang Robinson.
“Jika Yusrizal mengatakan tidak menemukan limbah medis yang berserakan seperti dalam video tersebut, diduga pihaknya sudah membersihkan limbah itu. Kalau memang video yang saya tayangkan itu diragukan oleh Yusrizal, mari kita perhatikan tayangan video tersebut. Benar atau tidak video itu? Jika itu tidak benar atau hoaxs, kami siap mempertanggung jawabkannya. Tetapi kalau itu benar, apa langkah yang akan dilakukan oleh Yusrizal selaku Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kab. Kampar. Apakah akan dibiarkan saja”, katanya.
“Saya berharap kepada pihak terkait, agar limbah medis alat – alat kesehatan, seperti suntik dan botol vaksin yang diduga tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3) berserakan di TPAS Bangkinang tersebut ditelusuri dari mana asal usulnya. Jika itu sudah ditemukan, di proses saja secara hukum yang berlaku,” pinta Robinson.
Terakhir Robinson meminta kepada Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH, MH, jika Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kab. Kampar tidak bisa bekerja, agar di evaluasi. “Karena masih banyak orang – orang yang berkompeten bisa menggantikan posisi Yusrizal tersebut,” tuturnya.
Reporter : R. Tambunan.






