Dirut RSUP NTB Antisipasi Virus Baru Dari India

Mataram, medianasional.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dr Lalu Herman Mahaputra menyatakan kesiapan rumah sakit dan tenaga medis dalam menghadapi kemungkinan terburuk menyusul masuknya varian baru COVID-19 dari India ke wilayah NTB. Mataram (10/07).

saat ini RSUD Provinsi sudah meningkatkan fasilitasnya dengan daya tampung tempat tidur ICU isolasinya menjadi 100 tempat tidur, “terangnya.

Oleh karena itu, dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk juga pihaknya telah membangun koordinasi dan kolaborasi bersama rumah sakit lain.

“Yang penting jangan panik. Berikan kesempatan kepada pihak kesehatan untuk menangani dengan baik.

“Saat ini yang paling utama mengoptimalkan isolasi mandiri terpadu, artinya kalau sakit harus dirawat di RS, Tetapi yang terkonfirmasi PCR positif maka harus dilindungi supaya tidak bergejala,” katanya.

Ia menyiapkan fasilitas pendukung, seperti persediaan hotel untuk isolasi mandiri yaitu Hotel Jayakarta dan Holiday, asrama haji, Wisma Tambora dan RS Metromedika yang mampu meng-upgrade 84 tempat tidur.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengakui bahwa varian Delta sudah masuk di wilayah itu dengan jumlah 13 kasus.

Di mana lima orang sudah dinyatakan sehat, empat orang sedang isolasi mandiri, dan satu orang yang masih dalam pantauan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

Wagub menyampaikan, 13 kasus positif COVID-19 varian Delta ini tersebar di sejumlah wilayah NTB.

“Lima kasus di Kota Mataram, dua kasus di Lombok Barat, satu kasus di Sumbawa, dua kasus dari Jawa Tengah, satu kasus dari Jawa Timur, satu kasus dari Jawa Barat dan satu kasus di Kabupaten Bima,” tutupnya. (Aziz)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses