Dirut RSUD dr Soewondo Kendal Tekankan Tim Relawan Ambulance Miliki Skill Tangani Korban Kecelakaan

Jawa Tengah, Kendal698 Dilihat

KENDAL – medianasional.id- Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Soewondo Kendal, dr. Saikhu menekankan kepada tim relawan kemanusiaan yang bertugas di mobil ambulance untuk memiliki skill dan mengetahui Standard Operating Procedure (SOP) saat menangani korban bencana alam maupun kecelakaan lalulintas.

“Karena tentunya dalam memperlakukan pasien harus ada Standard Operating Procedure (SOP) nya, harus cepat dan tepat terutama pada pasien kecelakaan,” terang dr. Saikhu di acara pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soewondo Kendal, Jawa Tengah, Selasa (25/2/25).

Direktur RSUD dr Soewondo Kendal, dr. Saikhu mengatakan, para relawan tim ambulance harus memahami tentang metode Bantuan Hidup Dasar (BHD) penanganan korban, bagaimana agar pasien dapat terselamatkan saat tiba dirumah sakit sebelum mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Karena ada beberapa tindakan awal sebelum mereka merujuk ke rumah sakit. Jangan sampai salah penanganan yang akibatkan kondisi pasien lebih parah,” kata dr. Saikhu.

Maka atas hal itu yang juga juga merupakan kewajiban rumah sakit dalam pembinaan kepada jejaring, RSUD dr Soewondo Kendal berinisiatif berkolaborasi dengan komunitas ambulance di Kabupaten Kendal mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada relawan ambulans dengan tujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan skill mereka.

“Harapannya dengan pelatihan ini mereka bisa menolong walaupun bukan perawat,” jelas dr. Saikhu.

Sekitar 50 an orang dari tim relawan ambulans LazisNu dan LazisMu dari Kecamatan Sukorejo, Plantungan dan Pageruyung mengikuti pelatihan tersebut.

Masroh tim relawan ambulans dari LazisMu Sukorejo mengaku senang karena mendapat ilmu dan pengalaman yang baru.

Dia berharap pelatihan seperti ini bisa lebih rutin digelar agar para relawan bisa bekerja dengan lebih baik.

“Ini Sangat bermanfaat buat relawan ambulans. Ilmunya nanti bisa kami aplikasikan ketika kita mendapat suatu bencana atau kecelakaan, jadi kita tidak hanya mengandalkan medis yang terlatih karena kita juga memahami bagaimana menangani kecelakaan,” ungkapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses