Dinilai Pilih Kasih, Ratusan Pedagang Parkirkan Ratusan Mobil Berisi Dagangan di Depan Kantor Pemkab Dairi

Dairi473 Dilihat

Dairi, medianasional.id – Dengan melakukan konvoi dari Pusat Pasar Sidikalang ratusan massa APPKD di mulai dari Pusat Pasar dengan konvoi ratusan mobil berisi muatan dagangan dan sepeda motor, Senin (5/8/2024).

Ratusan massa Pedagang yang tergabung dalam APPKD (Asosiasi Pedagang Pasar Kabupaten Dairi) Geruduk Kantor Bupati Dairi, mereka mengaku sengaja tidak berjualan dan menutup lapak mereka, para pedagang tampak membawa ratusan mobil yang berisi berbagai macam dagangan, lalu memarkirkannya di depan Kantor Bupati Dairi, hingga membuat aparat kepolisian Polres Dairi yang melakukan penjagaan ketat terpaksa mengalihkan arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Kedatangan massa pedagang ini adalah untuk melaporkan penderitaan mereka kepada Pj Bupati Dairi, Surung Charles Bantjin Ats perlakukan PD Pasar yang mereka nilai tidak netral, dan mendesak PD Pasar untuk melakukan penertiban terhadap Pedagang liar dan mengembalikan aktivitas jual beli di hari Selasa di Pasar Sumbul.

Menurut Pedagang keberadaan aktivitas dagang yang di nilai luar pada hari Senin di Pasar Sumbul sangat merugikan karena telah membuat omzet penjualan menurun Atas itulah mereka mendesak Pemkab Dairi melalui PD Pasar, Dinas Perhubungan dan Satpol PP agar menutup aktivitas pedagang yang berjualan setiap hari Senin di Pasar Sumbul.

Salah seorang perwakilan massa yang di sebut Boru Pakpahan mendesak dan meminta kepastian kepada pemkab Dairi yang di terima oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda), Jonny Hutasoit, Kabag Tapem, Juliawan Rajagukguk dan Kabag Perekonomian, Lipinus Sembiring.

“Pokoknya dalam minggu ini kami mendapat kepastian, dan PD pasar harus tegas,” pintanya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Tobing salah seorang pedagang ikan, “apa bedanya pedagang yang datang dari luar dengan kami?, mereka bebas menggelar dagangan di setiap pasar yang ada di Dairi ini, kami ke parongil mereka ada, kami ke Sumbul mereka ada, pokoknya di setiap pasar, apa kelebihan mereka?, kami minta kepastian dan kejelasan bukan janji, dan kami butuh kecerdasan dari bapak-bapak pemimpin bukan penampilan, itu tidak perlu bagi kami,” ucapnya.

“Penjualan kami di Pasar Sumbul hanya Rp100 ribu, sementara anggota ada 200 orang,” tambah para pedagang lainnya.

Secara bergantian Ketua APPKD, Manaek Simbolon bersama pedagang lainya, menyampaikan 12 tuntutan mereka, yakni beberapa di antaranya, APPKD menolak kegiatan pasar pada hari Senin di Pasar Sumbul dan meminta pemerintah mengembalikan aktivitas pasar pada hari Selasa. Selain itu juga massa meminta pejabat Dinas Perhubungan dan Satpol PP di copot dari jabatanya jika tidak bisa menertibkan pedagang diluar pasar.

Selanjutnya, APPKD menolak pedagang ilegal dan pedagang yang datang dari luar kabupaten Dairi pad semua kegiatan pasar di Dairi yang jauh dari pengawasan PD pasar, sebab kedatangan pedagang mereka rasakan dapat mengganggu ketertiban umum, karena para pedagang liar dan pedagang dari luar Dairi kerap kali memakai fasilitas umum seperti trotoar dan badan jalan digunakan untuk berjualan tanpa mendapat pengawasan dari pihak terkait, dan terkesan pilih kasih dalam melakukan penertiban.

“Masa kita yang asli pedagang Dairi selalu di tindak, sementara pedagang yang datang dari Aceh, Medan, Tanah Karo dan lainnya bebas menggelar dagangan di trotoar atau di mana saja, ini kan tidak adil, padahal kami selalu taat pada aturan dan bayar restribusi,” kesal seorang pedagang.

Informasi yang didapat media ini di lapangan, dari salah seorang pedagang menyebutkan ada sekitar 250 orang peserta aksi demo massa APPKD dairi dan sebanyak 120 unit mobil dan sepeda motor.

 

 

(Kristo)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses