Dinas Terkait Cuek, Penarik Becak di Aceh Barat Tiga Kali Ajukan Bantuan Rumah Layak Huni

Aceh53 Dilihat

Tinggal Sebatang Kara di Rumah 3×2 Meter Tanpa Dapur, Penarik Becak di Aceh Barat Harapkan Bantuan Rumah Layak Huni

​MEULABOH, medianasional.id — Kondisi memprihatinkan dialami oleh Syahwalluddin, seorang penarik becak warga Desa Gampong Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Dalam kesehariannya, Syahwalluddin sering tinggal sendiri di sebuah rumah tidak layak huni berukuran sangat sempit, yakni dengan panjang 3 meter dan lebar 2 meter.

​Untuk bertahan hidup, ia bekerja sebagai penarik becak dengan penghasilan sehari-hari yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan pas-pasan. Di rumah berukuran mini tersebut, bahkan tidak tersedia fasilitas dasar seperti tempat untuk memasak, ditambah suasana tempat tinggalnya yang sangat sepi.

​Rasyidin, seorang tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Barat, turut menyuarakan keprihatinannya atas kondisi yang dialami Syahwalluddin. Menurut catatan pihak setempat, Syahwalluddin telah mengajukan tiga kali permohonan bantuan rumah layak huni kepada pemerintah. Namun, sangat disayangkan hingga saat ini permohonan tersebut belum kunjung mendapat respons maupun tindak lanjut.

​Mewakili warga setempat, Rasyidin memohon kepada pemerintah daerah agar segera memberikan perhatian dan menyalurkan bantuan rumah yang layak bagi Syahwalluddin agar ia dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.

​”Harapan Syahwalluddin saat ini sangat sederhana, ia hanya ingin dari pemerintah diberikan bantuan rumah yang layak,” ujar Rasyidin, Selasa (27/10/2026).

​Warga berharap instansi terkait di Kabupaten Aceh Barat dapat segera turun tangan meninjau langsung lokasi dan merealisasikan bantuan untuk meringankan beban hidup sang penarik becak tersebut.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses