Dinas Perpustakaan Tubaba Terima Buku Dari Wakil Rakyat

TUBABA, Medianasional.id

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, Sodri Helmi, menyerahkan sejumlah buku bacaan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat, Jumat (11/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca, melainkan fondasi intelektual dalam membangun bangsa yang merdeka dan berpikir kritis.

“Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar tentu sangat berbahaya,” ujar Sodri saat menyerahkan hibah buku.

Menurut legislator muda tersebut, kemampuan mengelola dan memahami informasi—mulai dari membaca, menulis, berbicara, berhitung hingga memecahkan persoalan—merupakan pilar utama dalam membentuk manusia Indonesia yang kritis dan berkarakter. Literasi, kata dia, menjadi prasyarat kemajuan daerah sekaligus kekuatan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Sodri mengingatkan kembali sejarah gerakan literasi nasional yang telah digagas sejak masa awal kemerdekaan. Pada 14 Maret 1948, di tengah revolusi mempertahankan kemerdekaan, Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, mencanangkan Pemberantasan Buta Huruf (PBH) sebagai syarat mutlak kemajuan bangsa.

“Bung Karno menempatkan literasi sebagai senjata perjuangan. Membaca adalah satu tarikan nafas kehidupan. Bahkan dalam pidato pembelaannya ‘Indonesia Menggugat’ tahun 1930, terlihat jelas ketajaman pemikiran yang berbasis literatur luas,” kata Sodri.

Ia menambahkan, budaya membaca yang disertai analisis kritis menjadi bagian penting dalam menumbuhkembangkan semangat dan memelihara ideologi Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Rodianto, didampingi Kepala Bidang Deposit, Pengembangan Koleksi, Layanan dan Pelestarian, Sofiatul Mardiah, mengapresiasi dukungan hibah buku tersebut.

Menurut Rodianto, mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah atau dinas terkait, tetapi merupakan tugas kolektif seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong minat literasi siswa dan masyarakat Tubaba. Kami yakin, jika sumber daya manusia semakin mumpuni, Tubaba akan maju dengan sendirinya,” ujarnya.

Langkah hibah buku ini diharapkan menjadi pemantik gerakan literasi yang lebih luas di Tubaba, sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam membangun generasi yang kritis, berkarakter, dan berdaya saing

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses