
Nabire, medianasional.id- Dinas Perdagangan kabupaten Nabire, Papua mendorong Orang Asli Papua (OAP) untuk ikut berperan dalam pembangunan perdagangan.
Kepala dinas (Kadis) Perdagangan, Jerri Bindosano menyebut, bahwa perdagangan merupakan salah satu kegiatan di bidang ekonomi yang mempunyai peran strategis dalam rangka pembangunan yang berwawasan nusantara.
“Sektor perdagangan berperan dalam mendukung kelancaran penyaluran arus barang dan jasa, memenuhi kebutuhan pokok rakyat, serta mendorong pembentukan harga yang wajar,” kata Kadis Perdagangan.
Dijelaskan, pembangunan perdagangan sangat penting dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, dan memberikan sumbangasih yang cukup berarti dalam penciptaan lapangan usaha serta perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi setiap Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya OAP.
“Kegiatan sektor perdagangan saling berkait dan saling menunjang dengan kegiatan sektor lainnya, seperti sektor produksi, yaitu pertanian, industri, dan pertambangan; sektor keuangan; sektor perhubungan dan telekomunikasi. Pembangunan perdagangan berperan penting pula dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Jerri sapaan akrab Kadis Perdagangan, saat ditemui media ini, dikantornya, Karang Mulia, Nabire, Papua.
“Mendorong OAP untuk ikut berperan dalam pembangunan perdagangan merupakan tanggungjawab kita bersama, khususnya dinas perdagangan yang membidangi itu,” sambungnya.
Menurut Kadis perdagangan, dirinya melihat ada niat baik dalam setiap diri anak OAP. Namun, itu semua harus didukung dari aspek kemampuan, kemauan, perencanaan dan manajemen yang baik untuk melakukan usaha (perdagangan).
“Hingga saat ini, saya melihat anak-anak kita dari OAP sebatas hanya mengurus izin usaha cukup banyak. Namun, tak ada tindaklanjut untuk melakukan usaha itu, kemungkinan mereka tidak punya modal usaha,” ungkapnya.
“Untuk itu, butuh keseriusan anak- anak OAP agar bisa berkontribusi dalam pembangunan perdagangan. Sehingga kedepan kita berencana dan sangat siap melakukan pembinaan kepada Orang Asli Papua yang berpotensi siap melakukan perdagangan,” tandas Kadis perdagangan. (Red)






