Dinas Kesehatan Kendal Tegaskan Keamanan Makanan SPPG Jadi Prioritas: Jangan Ada yang Keracunan

Jawa, Jawa Tengah, Kendal172 Dilihat

KENDAL – medianasional.id- Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Parno, menegaskan pentingnya menjaga keamanan makanan dalam operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menjadi prioritas. Ia menyebutkan bahwa dari total 90 SPPG yang direncanakan, saat ini baru 25 yang sudah berjalan. Parno berharap seluruh unit SPPG bisa segera beroperasi tanpa mengesampingkan standar keamanan pangan.

Hal tersebut disampaikan Parno dalam acara Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Kendal, yang digelar di Kendal, Kamis (25/9/2025).

Parno menegaskan bahwa dapur SPPG harus mengedepankan aspek higienis dan gizi seimbang dalam setiap sajian makanan untuk anak-anak.

Ia juga menekankan bahwa penyediaan makanan bergizi tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas yang aman dan layak konsumsi bagi siswa.

“Jangan sampai ada yang keracunan makanan,” tegas Parno, dengan nada serius.

Dinas Kesehatan Kendal, lanjut Parno, terus melakukan pemantauan dan evaluasi rutin terhadap dapur-dapur SPPG melalui koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Kendal. “Tujuannya agar setiap keluhan atau potensi masalah bisa segera ditangani secara cepat dan tepat,” jelasnya.

Dengan pelatihan ini, Parno berharap para relawan SPPG semakin paham akan pentingnya keamanan pangan.

BGN Pastikan Dapur SPPG Penuhi Standar Sertifikasi dan Uji Laboratorium

Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kendal, Muhammad Faris Maulana, menyampaikan bahwa pelatihan keamanan pangan bagi relawan SPPG bertujuan agar setiap dapur layanan tersebut memiliki Sertifikat Laik Re-Sertifikasi (SLRS). Sertifikat ini menjadi syarat utama kelayakan dapur dalam pengelolaan makanan bagi anak-anak.

BGN Kendal akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal untuk melakukan berbagai uji laboratorium. Uji tersebut mencakup sarana dan prasarana, peralatan dapur, serta air bahan baku. “Langkah ini untuk membuktikan apakah dapur SPPG memenuhi persyaratan sesuai regulasi atau tidak,” jelas Faris.

Faris menjelaskan bahwa pengawasan terhadap dapur SPPG dilakukan secara berjenjang. Sistem ini bertujuan menjaga konsistensi penerapan standar keamanan pangan di setiap titik layanan, dari tingkat lokal hingga kabupaten.

Selain itu, para pekerja SPPG merupakan warga sekitar yang diberdayakan dan telah mendapatkan pelatihan khusus. Mereka dibekali pengetahuan tentang keamanan pangan dan gizi yang memadai. “Agar mereka tahu seperti apa makanan yang aman dan sesuai standar gizi untuk anak-anak,” ujar Faris.

Dengan upaya tersebut, Faris berharap seluruh makanan yang disediakan oleh SPPG dipastikan aman dan layak dikonsumsi. “Jadi makanan yang kita berikan benar-benar layak dan aman untuk dikonsumsi,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses