
Indragiri hulu, redaksimedinas.com – Seorang lelaki bernama Jumadi (29) diduga telah membunuh isterinya Putri (25) yang sudah dikaruniai dua orang anak, anak pertama usia empat (4) tahun dan anak kedua usia dua (2) tahun, mereka tinggal di desa Talang Mulia kecamatan Batang Cenaku kabupaten Indragiri Hulu – Riau.
Diduga berawal dari pertengkarang suami-isteri hingga terjadi pembunuhan tidak diketahui warga sekitar, hanya melihat korban tersungkur telah meninggal dunia dan leher bagian belakang Putri terlihat kena benda tajam di dalam rumah korban, Minggu (25/2) sekira pukul 09.00 WIB.
Setelah diberitahukan kepada pihak pemerintah Desa Talang Mulia, kepala Desa segera menghubungi pihak kepolisian Batang Cenaku untuk penanganan kejadian tersebut, warga pun melarikan korban ke klinik Prayoga desa Talang Mulia tidak jauh dari rumah korban dan ditangani oleh dr Roni.
Pihak kepolisian membawa Jumadi diduga pelaku ke Polsek Batang Cenaku untuk menjalani pemeriksaan terkait pembunuhan yang dilakukan kepada isterinya. Sedangkan orang tua (Ayah) Jumadi dibawa ke Polres Rengat untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut dan jasad Putri dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pematang Reba untuk dilakukan autopsi. Setelah diautopsi jasad korban dimakamkan di pemakaman umum desa Talang Mulia pukul 16.30 WIB.
Menurut keterangan Solehan (Kades Talang Mulia), anggota Polsek Batang Cenaku P dan J sempat menanyakan Jumadi (pelaku) sebelum diproses lebih lanjut “Kenapa kamu bunuh isteri mu?” jawab Jumadi “Saya masih sayang sama isteriku Putri (menangis) dan satu botol kecil minyak sinyongnyong milik Jumadi tidak diberikan kepada Polisi”.
Singkat informasi yang didapatkan Solehan (Kades), kedua orang tua Jumadi dan adiknya serta Jumadi, Putri dan dua orang anaknya, Minggu pagi (25/2/2018) sarapan bersama tanpa ada cekcok di dalam keluarga mereka. Usai sarapan, kedua orang tua Jumadi mengambil kesibukan di dapur dan di belakang rumah, namun Jumadi sudah menebas leher bagian belakang isterinya pakai golok hingga meninggal dunia.
Menurut keterangan M Hadi (Paman Putri), saat konfirmasi Medinas di tempat mengatakan bahwa Putri keponakannya berasal dari Mojokerto Jawa Timur dan orang tua Putri berada di Mojokerto, maka sebagai wali Putri di wilayah Riau adalah M. Hadi. Dalam keterangan M. Hadi, Jumadi sudah sering mengancam Putri akan membunuh Putri apabila Putri banyak menceritakan hal-hal yang dialaminya dari Jumadi,” tutupnya. (MLG/Nidsandra)






