Diah Warih Anjari Bangkit dari Lumpuh, Diwa Foundation Mulai Program Bedah Rumah Difabel di Yogyakarta. 

DI.Yogyakarta1690 Dilihat

Yogyakarta,-medianasional.id-Berawal dari pengalaman hidup yang nyaris membuatnya menjadi penyandang disabilitas permanen, Diah Warih Anjari kini mendedikasikan dirinya membantu sesama melalui Diwa Foundation. Yayasan sosial tersebut resmi memulai program bedah rumah bagi penyandang disabilitas dan keluarga rentan di Kota Yogyakarta.

Tiga belas tahun lalu, Diah mengalami kecelakaan berat yang mengakibatkan sembilan tulang di tubuhnya patah. Selama menjalani pemulihan, ia sempat tidak mampu berjalan maupun menggerakkan tangan.

“Pengalaman itu membuat saya merasakan bagaimana hidup dalam keterbatasan. Dari situlah muncul keinginan untuk membantu teman-teman difabel agar memiliki kehidupan yang lebih layak,” ujar Diah Warih Anjari, Minggu (5/7).

Kepedulian tersebut kemudian diwujudkan melalui Diwa Foundation yang didirikan bersama para relawan lima tahun lalu. Salah satu program utamanya adalah bedah rumah bagi penyandang disabilitas agar memiliki hunian yang aman, sehat, dan nyaman.

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan program sebelum diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.

“Kami mulai dari Jogja. Harapannya, gerakan ini bisa berlanjut ke kota-kota lain sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang terbantu,” kata Diah.

Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada Mursiti, penyandang disabilitas mental, serta Rohmawati yang memiliki putra penyandang tuna daksa bernama Zaki. Setiap rumah memperoleh bantuan renovasi senilai lebih dari Rp20 juta melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan gotong royong masyarakat.

Menurut Diah, rumah yang layak menjadi kebutuhan mendasar bagi penyandang disabilitas karena dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kualitas hidup mereka.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi langkah Diwa Foundation yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membantu kelompok rentan.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap penyandang disabilitas tidak hanya ditujukan kepada mereka yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi juga penyandang disabilitas mental yang membutuhkan dukungan lingkungan dan tempat tinggal yang layak.

Program bedah rumah ini diharapkan menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang mampu menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergotong royong membantu penyandang disabilitas di berbagai daerah.

“Harapan kami, kebaikan ini menjadi kebaikan bersama. Kami ingin mengajak lebih banyak pihak ikut peduli,” tutup Diah Warih Anjari.

(Wid).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses