Desa Pulau Terap Ciptakan Produk Unggulan Jambu Kristal dan Kolam Keramba

Riau, Sumatera617 Dilihat
Kampar – Program Produk Unggulan Desa Pulau Terap kecamatan Kuok, mengembangkan usaha Jambu Kristal dan kolam keramba untuk menunjang ekonomi Masyarakat Desa pulau terap, kecamatan Kuok.
Saat kru medinas berkunjung ke kantor desa Pulau Terap, Kamis (05/10) Husni kepala desa mengajak kru Medinas untuk meninjau langsung ke lokasi keramba yang ada di Depan Kantor desa Pulau terap tersebut.
Sesampainya di lokasi keramba yang ada di sungai Kampar, Husni mengatakan kepada kru Medinas, kalau untuk saat ini produk unggulan desa Pulau Terap, mempunyai dua produk unggulan yaitu keramba ikan patin dan jambu kristal.
“Untuk saat ini di desa Pulau Terap, jambu kristal sedang menggeliat. Sebab selama ini ada salah seorang warga kita yang bernama Dasril, sudah sekitar 4 tahun yang lalu membudidayakan jambu kristal ini. Dan Sampai saat ini, telah menjadi ikon ataupun contoh bagi kami yang ada di desa Pulau Terap ini. Sebab Dasril petani itu sendiri, sekarang dengan memiliki bibit jambu kristal sekitar 3.000 batang”, ungkapnya.
Lanjutnya, “sekarang Dasril sudah menghasilkan Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per bulannya. Kalau untuk bibit jambu kristal itu dulunya sekitar 4 tahun yang lalu, Dasril hanya membeli 15 batang bibit jambu kristal dari Surabaya. Selanjutnya dikembangkanlah oleh warga kita Dasril ini, dan dicangkok. Sampai sekarang Dasril bisa menjual bibit jambu kristal sekitar 3.000 batang setiap bulannya”.
Kalau keramba yang ada di sungai Kampar ini, milik masyarakat desa Pulau Terap. Dan jumlah masyarakat yang mempunyai keramba ini ada sekitar -+ 43 orang dan jumlahnya ada 400 petak.
“Harapan saya beserta masyarakat desa Pulau Terap kedepannya, agar pemerintah Kabupaten Kampar bisa menyediakan bibit ikan yang terjangkau dan mutunya bagus.  Tapi bukan berarti bibit ikan yang sekarang ini saya bilang tidak bagus, kalau bisa kedepannya bibit ikan itu mutunya lebih baik lagi dari pada yang sekarang”, harapnya.
“Contohnya saja seperti bibit anak Ikan nila ini, besarnya tidak merata. Ada yang besarnya 3 jari, 2 jari dan ada lagi yang 1 jari besarnya. Sebenarnya kalau penyebab bibit anak ikan Nila ini kurang berkembang, mungkin pada waktu pembibitannya tidak rata sama besarnya. Jadi kalau bibit ikan nila yang besar di campur dengan bibit ikan nila yang kecil, nantinya bibit ikan nila yang kecil ini kalah berebut makananya dengan bibit ikan yang besar”, terangnya. (Robinson)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses