Desa Makam Bergerak di Tengah Keterbatasan: Inovasi Pemdes Jaga Stabilitas Ekonomi Warga

Purbalingga.medianasional.id– Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, tetap menunjukkan eksistensinya dengan menggerakkan ekonomi warga lewat penguatan potensi lokal.

Kepala Desa Makam, Siswo Edi Karyono, S.H., menyebut dua sektor menjadi tulang punggung: UMKM kuliner dan pertanian. Pelaku UMKM didorong berinovasi, terutama dalam produksi jajanan pasar bernilai jual tinggi. Sementara petani dibantu melalui program pengendalian hama TBS untuk menekan serangan tikus yang kerap mengganggu produksi.

Untuk meningkatkan daya saing UMKM, Pemdes Makam tak hanya memberi dorongan. Pelatihan tata boga digelar, ruang pemasaran disediakan, dan teknologi informasi diperkenalkan agar produk lokal bisa menembus pasar lebih luas.

Di sektor pertanian, penyuluhan intensif serta bantuan pestisida dan obat hama diberikan guna mendongkrak hasil panen sekaligus nilai jual. Pemdes juga aktif menjembatani akses permodalan dengan menghubungkan pelaku usaha dan petani ke dinas terkait dan perbankan.

“Keterbatasan bukan alasan berhenti berinovasi. Potensi yang ada harus dimaksimalkan, baik di sektor UMKM maupun pertanian. Kami ingin pelaku usaha kecil bisa naik kelas dan petani semakin sejahtera,” ujar Siswo.

Kolaborasi lintas sektor dan pendekatan partisipatif menjadi prinsip utama. Berbagai program mendapat respons positif dari warga, meski tantangan masih ada. Di UMKM, persaingan ketat menuntut inovasi terus-menerus. Di pertanian, regenerasi petani jadi perhatian karena minimnya generasi muda yang terjun.

Meski begitu, dampak strategi tersebut mulai terasa. Perekonomian masyarakat Desa Makam menunjukkan peningkatan bertahap dari sektor UMKM dan pertanian.

Ke depan, Pemdes menargetkan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Komitmen ini membuktikan Desa Makam tetap mampu bergerak maju, adaptif, dan solutif meski di tengah keterbatasan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses