Bupati Indramayu Instruksikan Pemulangan 7 Buruh Bangunan yang Telantar di Merauke

Indramayu11903 Dilihat
INDRAMAYU, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Indramayu bergerak cepat merespons nasib tujuh pekerja migran domestik asal Indramayu yang telantar di Sermayam, Merauke, Papua Selatan. Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk segera mengevakuasi para pekerja tersebut kembali ke kampung halaman.
.
Kepala Disnaker Indramayu, Endang Ismiati, menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Baznas Kabupaten Indramayu guna menanggung seluruh biaya akomodasi dan transportasi pemulangan.
.
“Pak Bupati memerintahkan pemulangan segera. Seluruh biaya akan ditanggung oleh Baznas,” ujar Endang dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
.
Langkah darurat ini diambil setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan para pekerja tersebut viral di media sosial. Berdasarkan penelusuran Disnaker, ketujuh pria tersebut diduga menjadi korban penipuan oleh mandor proyek bangunan tempat mereka bekerja.
.
Catu Wijaya, salah satu pekerja asal Desa Rajasinga, mengungkapkan bahwa mereka dijanjikan upah layak saat berangkat ke Papua. Namun, hak mereka tidak dibayarkan sesuai kesepakatan, dan sang mandor justru menghilang meninggalkan mereka tanpa kepastian.
.
Saat ini, pihak Disnaker terus memantau perkembangan di lapangan. Meski tiket pesawat dan proses administratif telah disiapkan, para pekerja dilaporkan masih berada di Merauke untuk mengupayakan penyelesaian sisa upah mereka.
.
“Kami sudah terhubung dengan Pak Catu. Begitu mereka menyatakan siap berangkat, tiket segera kami proses,” tambah Endang.
.
Adapun ketujuh warga tersebut mayoritas berasal dari Kecamatan Terisi, yakni Mulyadi, Yogi Setiawan, Catu Wijaya (Desa Rajasinga), Ahmad Malik Ibrahim (Desa Jatimulya), Jayadi (Desa Cikawung), dan Carwadi (Desa Plosokerep). Satu warga lainnya adalah Rasim, warga Desa Puntang, Kecamatan Losarang.
.
Pemerintah daerah berharap sengketa upah tersebut segera tuntas agar para pekerja dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga di Indramayu.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses