Bulog Jamin Kebutuhan Masyarakat Aman, Stok Beras Melimpah

Indramayu1718 Dilihat

Indramayu, Medianasional.id – Kabar menggembirakan datang dari sektor pangan di Kabupaten Indramayu. Stok beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog Cabang Indramayu saat ini dipastikan dalam kondisi melimpah dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan.

Berdasarkan data terbaru, total cadangan beras yang tersedia mencapai lebih dari 124.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga secara nasional.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Indramayu, Apip Wijaya, menegaskan bahwa kondisi ini menjadi bukti kuat keberhasilan sektor pertanian, khususnya produksi padi yang tengah mengalami peningkatan signifikan. BeritaLokal

“Alhamdulillah, produksi padi di Indramayu dan secara nasional sedang melimpah. Saat ini kita tidak melakukan impor, karena 100 persen berasal dari produksi dalam negeri,” ujarnya saat ditemui di Gudang Bulog Singakerta 1, Kecamatan Krangkeng, Kamis 23 April 2026

Menurut Apip, melimpahnya stok beras tidak terlepas dari hasil panen petani yang maksimal dalam beberapa waktu terakhir. Sejak tahun 2025, Bulog juga активно melakukan penyerapan gabah dari petani lokal guna memperkuat cadangan pangan nasional.

Gabah kering panen dibeli sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Setelah itu, gabah diolah menjadi beras di fasilitas milik Bulog sebelum didistribusikan ke masyarakat. WisataIndramayu

“Gabah kita beli dari petani dengan harga Rp6.500, lalu kita olah sendiri menjadi beras. Saat ini stok beras sudah tersedia di gudang sebanyak 124.000 ton,” jelasnya.

Kondisi ini memberikan kepastian bahwa kebutuhan pokok masyarakat, khususnya beras, berada dalam kondisi aman. Bulog pun mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan.

“Insya Allah aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Untuk saat ini stok mencukupi hingga enam bulan ke depan,” tambah Apip.

Selain memastikan ketersediaan beras, Bulog juga terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok lainnya, termasuk minyak goreng yang sempat mengalami kenaikan di pasaran.

Menurut Apip, fluktuasi harga tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kenaikan harga bahan kemasan serta dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, Bulog tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan harga melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan meningkatkan distribusi ke pasar-pasar tradisional.

Distribusi tersebut dilakukan melalui program Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), yang bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang sekaligus menekan potensi lonjakan harga di tingkat konsumen.

“Bulog sebagai salah satu penyalur minyak terus melakukan distribusi ke pasar-pasar agar harga tetap stabil,” pungkasnya.

Melimpahnya stok beras ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama di tengah berbagai dinamika ekonomi global.

Keberhasilan menjaga cadangan pangan juga menjadi indikator penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan sinergi antara pemerintah, Bulog, dan petani, diharapkan kondisi stabil ini dapat terus terjaga. Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional kembali menunjukkan perannya yang strategis dalam mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses