BPOM Aceh Akan Ambil Langkah Tegas Terhadap Toko Sinar Aceh Kutacane

5586 views

Foto : Kepala Loka POM Aceh, Sri Wardana. (dok. rh-01)

Kutacane, medianasional.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan Aceh akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku usaha yang diduga secara terang-terangan menjual barang kaduluarsa. Langkah tegas itu ditujukan kepada pemilik Toko Sinar Aceh yang berjualan di Seputar Kota Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara yang viral diberitakan sebelumnya oleh media ini.

Demikian disampaikan Kepala Loka POM Aceh yang berkantor di Aceh Tengah, Sri Wardana, kepada medianasional.id. Selasa siang (22/12/2020), yang dihubungi melalui telepon genggamnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, “sebagai lembaga yang bertugas mengontrol dan mengawasi semua produk obat dan makanan yang diperdagangkan di empat wilayah tengah Aceh, yakni Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara, sangat kita sayangkan ini harus terjadi,” ujarnya.

“Jika sudah begini, sesegera mungkin kita akan mengambil langkah kongkrit agar masalah ini tidak berlarut-larut terjadi. Untuk langkah awal karena ini masih situasi pendemik covid-19, maka pembinaan secara daring akan kita lakukan”, tandas Wardana.

Termasuk ini sebagai tindakan reperentif kita akan berkoordinasi dengan pihak Dinsperindag Aceh Tenggara guna menidentifikasi lokasi toko dan barang yang diduga menjual barang berkaduluarsa, hingga mengidentifikasi ke pemilik dan pelaku usaha tersebut.

Lalu secepatnya atau paling lama di awal tahun 2021, atau di bulan Januari 2021 mendatang kita akan sidak (Inspeksi mendadak) ke pemilik Toko Sianar Aceh yang menggandeng pihak Disperindag Kutacane, guna memeriksa secara menyeluruh atau opname barang ke Toko Sinar Aceh Kutacane, itu yang sebelumnya kita akan cek administrasi toko tersebut, mulai dari ijin usaha, ijin edar barang dan semua surat ijin yang dimilikinya, timpal Wardana.

“Jika memang secara syah dan meyakinkan pihak BPOM Aceh secara tegas bisa memidanakan pelaku usaha tersebut, hal ini berdasarkan UU Kesehatan No 39 Tahun 2009 terkait Kesehatan, yang akan diancam hukuman penjara maksimal 10 Tahun dan Denda hampir Rp 10 Milyar, cuma untuk arah itu ada beberapa tahapan teguran yang harus kita lakukan. Mulai dari teguran peringatan atau SP 1, hingga teguran keras terakhir mencabut ijin usaha pemlik toko, yang hal ini artinya pihak Toko kita anggap membandel bahkan tetap saja menjual barang kaduluarsa, apalagi barang tersebut dijual secara massal dalam jumlah yang banyak,” terang Wardana.

Seperti diketahui, Medianasional.id sebelumnya telah memberitakan Dugaan Toko Sinar Aceh Kutacane telah menjual produk atau dagangannya berupa 1 botol minyak telon yang telah kaduluarsa, atau expired masa pakainya yang dibeli oleh salah seorang warga Kutacane-Kabupaten Aceh Tenggara.

Di ujung konfirmasi orang nomor wahid di jajaran Kantor perwakilan POM Aceh ini, menghimbau kepada semua pelaku usaha yang ada di Kutacane agar segera melakukan ricek terhadap barang yang mereka jual, mulai dari ijin masa edar barang, label, hingga masa pakai barang yang dijual, jika ada barang yang tidak memenuhi syarat tersebut segera kembalikan ke pihak Distributor atau agen barang masing-masing.

“Dan khusus kepada masyarakat Aceh Tenggara, agar selektif dalam memiiih barang yang akan dibeli, minimal lihat tulisan masa pakai di barang tersebut, jika ada temukan barang kaduluarsa laporkan ke pemilik toko, jika terlanjur sudah membeli agar secepatnya kembalikan ke pemilik Toko minta agar diganti dengan barang yang tidak kaduluarsa dengan jenis merek dan barang yang sama,” pungkas Wardana.(rh-01)

Aceh Tenggara

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.