YOGYAKARTA, medianasional.id – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi Pembaruan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat kualitas data pendidikan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan. Kegiatan berlangsung pada 23–24 Juni 2026 di Hotel New Saphir Yogyakarta.
Rapat koordinasi diikuti 40 peserta yang terdiri atas koordinator dan operator Dapodik jenjang PAUD, SD, dan SMP dari lima kabupaten/kota se-DIY, serta jajaran BPMP DIY. Kegiatan ini menjadi forum penyamaan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan data pendidikan.
Ketua Panitia yang juga Koordinator Tim Data dan Informasi BPMP DIY, M. Bagus Triono, S.Kom, mengatakan pembaruan Dapodik merupakan langkah penting untuk memastikan data pendidikan yang digunakan pemerintah benar-benar valid, lengkap, dan akuntabel.
Menurutnya, kualitas data yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan Indeks Kualitas Dapodik (IKD) DIY sekaligus mendukung penyusunan program pendidikan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Kepala BPMP DIY, Moh. Adi Hartono, menegaskan bahwa penyediaan data yang akurat menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama.
“Tugas kita semakin berat karena kita dituntut menyediakan data yang benar. Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Adi Hartono saat membuka kegiatan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan penjaminan mutu pendidikan, pembaruan Dapodik, tata kelola data menuju Data Induk Pendidikan yang berkualitas, hingga strategi peningkatan Indeks Kualitas Dapodik, khususnya pada aspek sarana dan prasarana.
Selain sesi materi, rapat koordinasi juga diisi dengan diskusi untuk menginventarisasi berbagai kendala yang dihadapi daerah dalam proses pemutakhiran data. Hasil diskusi tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus tindak lanjut guna meningkatkan kualitas pengelolaan Dapodik di seluruh wilayah DIY.
Salah satu peserta, Ika N. Dwi Astuti, Operator SDN Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu para operator sekolah dalam menjalankan tugasnya.
“Kegiatan ini sangat membantu kami mengingat kembali tugas yang sedang dikerjakan sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan terbaru yang kami hadapi di Kabupaten Kulon Progo,” katanya.
Melalui kegiatan ini, BPMP DIY berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan data pendidikan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi. Data yang berkualitas diharapkan mampu menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. (red/wid).






