KENDAL- medianasional.id- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal mencatat sebanyak 19 orang menjalani rehabilitasi penyalahgunaan narkoba sepanjang tahun 2025. Seluruh layanan rehabilitasi tersebut dilaksanakan melalui Klinik BNN Kendal.
Kepala BNN Kabupaten Kendal, Anna Setiyawati, mengatakan dari jumlah tersebut, sebanyak 15 orang telah menyelesaikan seluruh rangkaian program rehabilitasi. Sementara itu, empat orang lainnya masih dalam proses pendampingan dan pemulihan.
“Empat orang masih menjalani rehabilitasi,” kata Anna Setiyawati di Kantor BNN Kendal, Rabu (24/12/2025).
Menurut Anna, program rehabilitasi meliputi asesmen medis, konseling, serta pendampingan psikososial yang disesuaikan dengan tingkat ketergantungan masing-masing klien.
Program ini bertujuan memulihkan kondisi fisik dan mental agar klien dapat kembali berfungsi secara sosial di masyarakat.
Selain masyarakat umum, BNN Kendal juga menangani penyalahgunaan narkoba yang melibatkan pelajar.
Tercatat dua pelajar menjalani rehabilitasi penuh setelah orang tua mereka secara sukarela mengajukan permohonan rehabilitasi ke BNN.
“Dua pelajar tersebut termasuk dalam 19 orang yang direhabilitasi sepanjang tahun ini,” jelas Anna.
Ke depan, BNN Kendal akan terus mengintensifkan upaya pencegahan dan edukasi, serta mendorong masyarakat untuk tidak ragu melaporkan anggota keluarga yang terindikasi penyalahgunaan narkoba agar mendapat penanganan rehabilitasi yang tepat.
Sementara itu, Eko Istanto Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kendal, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh BNN Kendal telah berjalan sesuai dengan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Program yang dijalankan BNN Kendal sudah mencakup upaya pencegahan hingga pemberantasan. Ini sejalan dengan komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kendal,” kata Eko Istanto.
Ia menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kendal bebas narkoba, terutama melalui penguatan edukasi dan literasi informasi kepada masyarakat.
Terkait upaya pencegahan, Eko menyatakan Kominfo Kendal siap berkolaborasi dengan BNN Kendal.
“Kami siap mendukung melalui penyebaran informasi, baik dalam bentuk pamflet, brosur, maupun media komunikasi lainnya agar pesan pencegahan narkoba dapat menjangkau masyarakat luas,” pungkasnya.(*)






