Berdesakan Abaikan Prokes, KPM BPNPT Padati Halaman Kantor Pos

Lampung Selatan368 Dilihat

Lampung Selatan, Medianasional.id – Di halaman Kantor Pos Kalianda kabupaten Lampung Selatan, ratusan masyarakat mengantre untuk meneriman Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah pusat, Kamis (24/2).

Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini, telah sesuai dengan arahan kenentrian sosial (Mensos) mengenai Bantuan secara langsung kepada Keluarga Peneriman Manfaat (KPM) sebesar Rp 200 ribu per bulan.

Bantuan langsung program pemerintah pusat ini merupakan program bantuan berupa uang tunai kepada KPM untuk dibelanjakan kebutuhan sembako di agen-agen E-Warung dan Brilink. Untuk tahap 1 ini, masyarakat yang terdaftar sebagai KPM menerina uang tunai untuk kebutuhan selama tiga bulan yakni Januari, Februari, Maret dengan total uang diterima per KPM sebanyak Rp 600 ribu.

Mahdalena warga Tajimalela mengaku uang yang diterima dari kantor pos tanpa ada potongan, diterima penuh sebanyak Rp 600 ribu.

“Uang ini, akan saya belanjakan untuk kebutuhan dapur, seperti beras, telur, dan minyak, pak,” jelas Mahdalena.

Begitu pula dengan Syarif warga Canggu mengaku uang yang diterina tersebut akan digunakan untuk membeli kebutuhan sembako.

Pantauan media ini, terlihat saat pembagian dana BPNT di kantor pos Kalianda, Lampung Selatan tidak disertai dengan prokes ketat. Sehingga, kerumunan masyarakan penerima BPNT itu berpotensi besar akan menyebarkan virus corona. Masyarakat saling berdesakan (tidak menjaga jarak), banyak yang tidak menggunakan masker, dan tidak ada pengecekan suhu oleh petugas.

Kepala Kantor Pos Kalianda, Didi mengaku kuwalahan mengatur masyarakat yang akan menerima BPNT tersebut. Dirinya juga mengaku tidak melakukan pengecekan suhu terlebih dahulu kepada penerima BPNT.

“Sulit ngaturnya, mas. Masyarakatnya banyak. Kita juga ngga sempat lagi untuk mengecek suhu setiap KPM, ya lihat saja sendiri kondisi masyarakatnya terlalu banyak,” jelas Didi, sambil mengatakan pembagian BPNT ini dimulai hari ini dan akan berakhir selama 7 hari ke depan. (asof/Nurdin Kamini)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses