Dairi, medianasional.id – Di tengah menjelang Natal dan tahun Baru kondisi kelangkaan BBM masih belum stabil bahkan sudah lebih dari sepekan di Dairi sehingga membuat dampak yang sangat signifikan terhadap aktivitas perdagangan di Pusat Pasar Sidikalang, Minggu (7/12/2025).
Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pengunjung di hari pekan yang biasanya ramai.
“Kemarin Sabtu aja sepi padahal sudah pekan besar apalagi sekarang, menjelang natal seperti ini meskipun hari minggu biasanya sudah ramai dengan pembeli,” keluh seorang pedagang.
Menurut para pedagang, minimnya pembeli terjadi karena banyak angkutan tidak beroperasi akibat sulit mendapatkan BBM. Kondisi ini membuat warga dari berbagai kecamatan di Dairi maupun dari luar daerah tidak dapat datang ke Sidikalang untuk berbelanja.
“Biasanya setiap Sabtu pasar sudah penuh pengunjung dari 15 kecamatan dan daerah lain seperti Medan, Siantar, Tanah Karo, hingga Aceh. Sekarang yang terlihat hanya pedagang, pembeli sangat sepi. Transportasi banyak berhenti karena BBM langka,” ujar P. Nainggolan, pedagang sepatu.
Pedagang sayur, cabai, dan komoditas yang mudah rusak juga mengaku terancam mengalami kerugian karena barang tidak terserap pasar. Saat ini harga cabai merah masih berada pada kisaran Rp45 ribu per kilogram.
Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Dairi segera mengatasi kelangkaan BBM yang dinilai berdampak luas terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.(Kristo)






