Bapanas dan Satgas Pangan Sidak Penyaluran 520 Ton Jagung SPHP di Kendal, KPUS Jadi Teladan Nasional

Jawa, Jawa Tengah, Kendal123 Dilihat

KENDAL- medianasional.id- Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Mabes Polri, didampingi Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah, Satgas Pangan Polda Jateng, Bulog Wilayah Jateng, serta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, melakukan sidak dan evaluasi penyaluran jagung Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada para peternak anggota Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Kamis, (9/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua KPUS Kendal H. Suwardi melaporkan bahwa hingga tanggal 9 Oktober 2025, pihaknya telah menyalurkan 520 ton jagung kepada 176 peternak skala kecil dan mikro, sesuai Surat Keputusan Bapanas. Selain itu, penyaluran untuk anggota di wilayah Batang juga telah mencapai 33 ton untuk 21 peternak.

“Jagung untuk anggota KPUS mohon segera direalisasikan seluruhnya karena para peternak sudah sangat menunggu,” kata Suwardi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap peternak kecil melalui program jagung SPHP.

Suwardi turut menyampaikan apresiasi kepada Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Bapanas, Bulog, serta Satgas Pangan Polri atas langkah cepat dan tepat dalam melaksanakan arahan Presiden.

“Kebijakan ini menjadi angin segar bagi peternak kecil yang terkendala tingginya harga pakan,” ujarnya.

Perwakilan Bapanas, Freddy, menyampaikan apresiasi kepada pengurus KPUS yang dinilai cepat, sigap, dan transparan dalam menyalurkan jagung SPHP.

Freddy juga mengingatkan agar penyaluran tetap mengikuti juknis resmi serta menjaga stabilitas harga telur agar tidak menimbulkan gejolak di tingkat konsumen.

“Dari sisi administrasi, saya lihat sudah sesuai dengan pedoman penyaluran. KPUS bisa menjadi teladan bagi koperasi lain di nasional,” ungkap dia.

Sementara itu, Kompol Hendra Krisnawan dari Satgas Pangan Pusat menegaskan agar jagung SPHP disalurkan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Ia juga mengapresiasi kinerja KPUS yang mampu menjaga harga jagung di kisaran Rp5.400 per kilogram untuk seluruh anggota di delapan kabupaten.

“Ini program dengan dana negara, jadi jangan ada permainan. Satgas tidak akan segan menindak penyelewengan,” tegasnya.

Dari pihak Bulog, Dwi Yuniarko, Manajer Operasional dan Pelayanan Publik (OPP) Bulog Jawa Tengah, menjelaskan bahwa saat ini stok jagung baru mencapai sekitar 10 persen dari total kebutuhan peternak di provinsi tersebut. “Atas arahan Bulog Pusat, kebutuhan jagung untuk Jawa Tengah akan dipasok dari NTB dan Sulawesi Selatan, dan insya Allah mulai minggu depan sudah masuk,” jelasnya.

Dwi menambahkan, kerja sama antara Bulog dan KPUS sudah terjalin sejak lama dan selalu berjalan baik. “KPUS selalu menjaga komitmen dalam kerja sama dengan Bulog. Kami berupaya maksimal untuk memenuhi kuota sesuai SK Bapanas hingga akhir Oktober ini,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses