KENDAL- medianasional.id- Upaya membantu kelestarian hutan, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa sarana dan prasarana sumber air bersih ke Desa Banaran Kecamatan Banyuputih Batang, Jawa Tengah, Rabu (28/05/2025).
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Administratur KPH Kendal, Muhadi bersama jajaran manajemen dan Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Plelen. Bantuan diterima oleh Kepala Desa (Kades) Banaran di kantor KPH Kendal.
Administratur KPH Kendal, Muhadi, menyampaikan bahwa bantuan TJSL ini merupakan bentuk kepedulian Perhutani terhadap lingkungan sosial di sekitar kawasan hutan.
“Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Banaran sehingga meningkatkan kualitas hidup,” ungkapnya.
Muhadi juga menjelaskan TJSL merupakan salah satu program Perhutani yang di fokuskan pada tiga hal yaitu lingkungan, sosial, dan pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan ditujukan untuk memperbaiki dan perawatan saluran pamsimas Desa Banaran.
Selain itu, ia berharap Perhutani dapat terus menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar hutan, baik dalam bidang kehutanan maupun untuk kemaslahatan masyarakat umum.
“Mudah-mudahan ke depannya Perhutani dan Pemerintah Desa Banaran dapat berkolaborasi lebih baik lagi, serta mohon bantuannya dalam menjaga dan melestarikan hutan di sekitar Desa Banaran bersama petugas Perhutani di lapangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Banaran, Mustofa, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani atas bantuan yang diberikan untuk pembangunan sarana air bersih di desanya.
“Semoga bantuan ini menjadi berkah bagi Perhutani. Mudah-mudahan Perhutani semakin maju dan jaya,” ujarnya.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus menjaga kolaborasi yang harmonis dengan Perhutani dalam upaya pelestarian hutan.
“Saya mewakili seluruh masyarakat Desa Banaran siap berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Pak Mandor, Pak Mantri, dan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (RPH) apabila terjadi hal-hal di sekitar hutan, seperti kebakaran, bencana alam, pohon tumbang, dan sebagainya,” tutupnya.
Program TJSL menjadi bukti nyata bahwa menjaga alam bisa menjadikan keberkahan bagi masyarakat.(*)






