Bangunan Tutup Saluran Air di Kaliwungu, Wabup Benny: Ini Harus Dibongkar

Jawa, Jawa Tengah, Kendal1015 Dilihat

KENDAL- medianasional.id- Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, turun langsung mengecek kondisi drainase di kawasan Alun-alun Kaliwungu setelah melihat sebuah postingan viral di Instagram yang menunjukkan saluran air mampet dan genangan di depan Masjid Agung Kaliwungu. Temuan di lapangan menguak fakta mengejutkan, ada bangunan permanen berdiri tepat di atas saluran utama yang seharusnya mengalirkan air menuju sungai.

Dalam pengecekannya di saluran selokan kawasan Alun alun Kaliwungu, Benny melihat petugas kebersihan mengangkat berbagai sampah termasuk sendok dan garpu yang diduga berasal dari pedagang kaki lima di sekitar lokasi.

“Ini kalau nggak dibersihkan ya mampet. Saya lihat postingan di IG, langsung ke sini cek kondisi,” ujarnya, baru ini.

Ia menegaskan perlunya penertiban para pedagang PKL yang kerap membuang sampah sembarangan hingga memperparah kondisi drainase. “Ini pedagangnya juga harus ditertibkan,” katanya lantang saat menyaksikan proses pembersihan saluran.

Namun masalah terbesar bukan sekadar sampah. Saat menelusuri jalur drainase yang mengarah dari alun-alun ke sungai, Benny menemukan bangunan permanen yang menutupi saluran air di atas gorong-gorong di kawasan tersebut.

“Lho ini bawahnya saluran, masuknya dari mana? Drainasenya ditutup begini. Kalau di sini mampet bagaimana?” ucapnya heran saat berdialog dengan warga.

Benny kemudian menghubungi langsung Kepala Dinas PUPR Kendal, Sudaryanto, untuk melaporkan temuan tersebut. Dalam percakapan telepon yang terekam dalam videonya, Sudaryanto merespons tegas. “Disewa juga nggak laku, dibongkar aja, Pak,” jawabnya. Benny pun mengamini. “Iya, sepertinya harus dibongkar untuk dikembalikan fungsinya. Nanti saya lapor ke bupati.”

Menurut Benny, kawasan tersebut ikut terdampak peninggian Jalan Pantura yang membuat aliran air saat hujan deras terpecah dan memperparah genangan. Gorong-gorong dan saluran air di sisi utara alun-alun, juga dinilai sulit dinormalisasi karena tertutup bangunan pertokoan.

“Ini memang harus dirubah tata ruangnya supaya perawatannya lebih mudah,” katanya.

Lewat unggahan di media sosial, https://www.instagram.com/reel/DRBQgG1D2kL/?igsh=Yjl3bHNxOWZlNjJp dan mendapat respon dari ratusan warga net, Benny menegaskan bahwa turun langsung ke lapangan adalah cara paling efektif melihat persoalan sebenarnya. Ia menyebut pembenahan drainase harus segera dilakukan, namun tetap membutuhkan dukungan masyarakat.

“PKL menjaga sampahnya, warga tidak menutup saluran, dan semua siap sedikit direpotkan saat perbaikan. Kalau kita kompak, insyaAllah banjir bisa ditekan,” pungkasnya.(*)

Posting Terkait

ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses