Bangga “Seindonesia” Hanya Tubaba Yang Akan Presentasi Pelatihan Kesenian Yang Diikuti 300 Peserta Didik

TUBABA, Medianasional.id
Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat bekerjasama dengan Sekolah Seni Tubaba
(Yayasan Pendidikan Seni dan Ekologi) akan menggelar Presentasi pelatihan kesenian.Yang mana Kegiatan tersebut akan dilaksanakan diarea Tiyuh-tiyuh, Ulluan Nughik, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Sabtu, 23 April 2022, pukul 15.30-17:30 Wib mendatang selama dua bulan penuh.

Dikatakan Budiman jaya, Kadisdikbud yang dalam hal ini didampingi M Badri Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Tubaba bahwasannya dalam waktu dekat kita akan mengadakan Presentasi pelatihan kesenian tepatnya pada tanggal 23 April 2022 mendatang.

“Ya, Disdikbud Tubaba berkerja sama dengan Yayasan Pendidikan Seni dan Ekologi akan mempresentasi karya hasil pelatihan anak didik dari sekolah Se-Tubaba yang mana mereka telah berlatih selama dua bulan ini,”Terang M Badri melalui pesan WhatsApp nya, Selasa (19/4/2022).

Adapun kesenian yang ditampilkan nantinya, Lanjut M Badri, adalah; Pameran seni rupa, Pemutaran film mini dokumenter, Pementasan tari Nenemo, Musik perkusi, Biola, Kecapi, Serdam, Gamolan pekhing, Teater anak, Serta pembacaan puisi dan Cerpen.

Untuk diketahui, Pelatihan kesenian ini secara regular sudah berjalan selama tujuh tahun (kecuali tahun 2020,
terhenti karena situasi pandemi). Pelatihan kesenian yang diberikan tidak bermaksud mendorong peserta didik menjadi seniman, Melainkan mengajak peserta didik mengalami
proses berkesenian sebagai pengembangan diri.

Hal yang menarik dari presentasi tahun ini adalah bagaimana seniman-seniman Tubaba sebagian besar merupakan “produk” dari Sekolah Seni Tubaba yang kini telah menjadi tim pengajar
(fasilitator), di antaranya Mustofa, Kiki, Yoyon Gideon, dan Ismail. Mereka berkolaborasi dengan sejumlah seniman yang telah terlebih dahulu berpengalaman, diantaranya: Alexander Gebe, Andika Ananda, Suvi Wahyudianto, Aceng Kriwul, Romi Jaya Saputra, Jhon Heryanto, Edythia Rio W, Auparis Opaw, dan Kim Komanders.

“Persilangan generasi, Media, dan teritori menunjukan program ini terus berkembang. Pada edisi tahun ini setidaknya melibatkan sekitar 300 peserta didik dari sejumlah sekolah dan
tiyuh-tiyuh di Tubaba,”Beber M Badri.

lanjut M Badri, Pelatihan selama dua bulan ini disebar di tiga titik utama (dan area-area di sekitarnya) Ulluan Nughik (Panaragan Jaya), Kecamatan Lambu Kibang dan Kecamatan Gunung Agung.Tentunya semua ini tak luput dari peran penting Konsistensi Pemerintah daerah Tubaba yang menjadikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai program prioritas, salah satunya terwujud dalam program ini.

Dan tentunya upaya menggunakan proses kesenian sebagai media pengembangan diri dan secara konsisten melaksanakannya dalam kurun waktu tujuh tahun, mungkin hanya satu-satunya yang dilakukan oleh sebuah lembaga pemerintah daerah di Indonesia, Tutup M Badri.

Laporan: Dra/Am

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses