SEMARANG- MEDIANASIONAL.ID–Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, dr. Raja Faisal Manganju Sitorus, mendorong Relawan Kebajikan Pancasila menjadi penggerak pembentukan karakter bangsa melalui implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Griya Yodesia, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 18.00 WIB tersebut dihadiri masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Raja Faisal yang merupakan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I berharap penguatan Relawan Kebajikan Pancasila mampu memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Raja Faisal mengajak para Relawan Kebajikan Pancasila menjadi teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Melalui Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila ini, diharapkan nilai-nilai Pancasila semakin tertanam dalam diri masyarakat,” kata Raja Faisal.
Menurutnya, Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus benteng menghadapi berbagai tantangan zaman. Ia menegaskan, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pancasila harus dihidupi. Pancasila harus diwujudkan. Pancasila harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Inilah yang saya sebut sebagai Kebajikan Pancasila,” ujarnya.
Raja Faisal menjelaskan, Kebajikan Pancasila merupakan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam memimpin, melayani masyarakat, maupun memperlakukan sesama secara adil dan penuh penghormatan. Menurutnya, ukuran keberhasilan Pancasila bukan seberapa banyak masyarakat menghafal lima sila, melainkan sejauh mana nilai-nilai tersebut hidup dalam kehidupan berbangsa.

Dalam pemaparannya, Bang Raja juga mengingatkan pentingnya Sosialisasi Empat Pilar DPR RI yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan utama bangsa bukan terletak pada kurangnya pemahaman terhadap Empat Pilar, melainkan belum optimalnya implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota DPR RI Komisi XIII ini juga menyoroti masih munculnya berbagai persoalan seperti intoleransi, korupsi, ketidakadilan sosial, penyalahgunaan teknologi digital, hingga budaya saling mencurigai di ruang publik.
Karena itu, Relawan Kebajikan Pancasila diharapkan mampu mengubah pembinaan ideologi dari sekadar penyampaian materi menjadi gerakan sosial yang berorientasi pada pembentukan karakter masyarakat.
“Artinya, persoalan kita bukan kekurangan pengetahuan. Persoalan kita adalah kekurangan keteladanan, kekurangan penggerak kebajikan, dan kekurangan warga negara yang bersedia menjadi contoh,” tegasnya.
Menutup paparannya, Raja Faisal menegaskan bahwa Relawan Kebajikan Pancasila bukan organisasi untuk kepentingan politik praktis, melainkan gerakan moral kebangsaan yang mendorong lahirnya warga negara yang menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Menjelang visi Indonesia Emas 2045, ia mengajak seluruh elemen masyarakat membangun karakter, integritas, rasa keadilan, dan kepedulian sosial sebagai fondasi Indonesia maju.
“Indonesia tidak membutuhkan lebih banyak orang yang hanya berbicara tentang kebaikan. Indonesia membutuhkan lebih banyak orang yang melakukan kebaikan. Indonesia tidak membutuhkan lebih banyak orang yang hanya menghafal Pancasila. Indonesia membutuhkan lebih banyak orang yang menghidupi Pancasila,” pungkasnya.(#)






