Kampar, medianasional.id – Setelah dipublikasikan oleh salah satu media di Kabupaten Kampar beberapa hari yang lalu, dengan Judul “Berulang – ulang Kali Ditambal Sulam, Jalan Lintas Bangkinang – Pekanbaru Kembali Rusak.” Akhirnya pihak kontraktor PT Khairani Delisa Putri melakukan perbaikan.
Ketika dipantau oleh awak media di lapangan pada Kamis kemarin (16/04/20), setelah dilakukan penggalian dengan alat berat excavator tampak keluar air di dalam tanah yang tidak tahu sumbernya dari mana.
Menurut salah seorang staf Kantor Kementrian PUPR, Syamsumar, saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsAppnya mengatakan, itu akibat adanya pipa PDAM yang pecah dibawah, hingga air merembes ke base yang ada di bawahnya.
“Kemudian penanganannya digali dan berkoordinasi dengan pihak PDAM, supaya pipanya diperbaiki, nanti base yang lama diganti yang baru. Mohon kepada mereka untuk segera diperbaiki, tadi pak Daulay sudah menghubungi orang PDAM,” ungkap Syamsumar.
Di tempat terpisah, Direktur PDAM Kabupaten Kampar, Muhammad Rusdi, bersama anggota mendatangi lokasi untuk mengecek langsung apa benar air tersebut bersumber dari pipa PDAM yang bocor.
Selanjutnya pihak kontraktor melakukan penggalian lebih kurang 1,5 meter untuk mencari sumber air tersebut, dan disaksikan Direktur PDAM Kabupaten Kampar bersama anggota tidak ada ditemui pipa bocor maupun pipa PDAM yang lainnya. Namun air tersebut tampak keluar dari base pengaspalan dengan tanah. Jum’at (17/04/2020).
Usai kunjungan Direktur PDAM Kabupaten Kampar, Muhammad Rusdi, dikonfirmasi oleh awak media menyampaikan, “kita sudah lihat dan saksikan bersama penggalian oleh pihak kontraktor ini, bahwasannya ada rembesan air diduga berasal dari pipa PDAM. Kita coba sudah gali tadi, karena memang pipa kita ini dalamnya sekitar 150 cm. Tapi kita menggali memang belum ketemu pipa, intinya tanah dasar itu tidak basah. Rembesan itu terjadi dari beberapa sisi, yaitu ada 3 sisi. Nah, ini kita tidak tahu apa penyebabnya. Tapi kalau kemungkinan besar dari pipa PDAM itu tidak mungkin. Kedua, tadi saya coba kordinasi dengan bagian distribusi untuk mengetes tekanan pipa. Karena tekanan pipa kita akan tahu, pipa ini bocor atau tidak. Setelah kita cek, biasanya manometer di meter pelanggan itu hanya 0,7 bar. Tetapi ini kita coba hidupkan tadi mesin pompa ke arah bocor ini sampai pada ukuran manometer 3 Bar, 3 Bar itu kalau kita hidupkan sampai 30 meter naik airnya. Kita saksikan sendiri airnya tidak ada,” jelasnya.
Lanjutnya, “Ini tentu pihak kontraktor harus mencari penyebab lain. Dugaan dia terhadap pipa PDAM terbantahkan, sama – sama kita lihat tadi. Disini ada air, begitu digali hilang. Kalau berkilah tidak hidup, kita coba hidupkan tadi pipanya lagi. Karena kalau digali seperti ini jika pipanya bocor, itu jauh lebih banyak airnya keluar. Tetapi tidak ada, malahan tanahnya kering,” imbuh Direktur PDAM Kabupaten Kampar.
Lebih lanjut ditambahkan M.Rusdi, “memang ini tergantung pihak kontraktor, karena ini masih pemeliharaannya kontraktor. Tentu Kontraktor harus melihat kondisi tanah yang seperti ini, metode apa yang harus dia buat. Supaya nanti jangan disalahkan PDAM lagi, kita buktikan tadi tidak ada pipa yang bocor.
Selain itu, disaksikan kawan – kawan dari PU, rekan – rekan Media juga ada, saya dan juga semua staf ada disini. Yang tidak ada hanya Direktur yang mengerjakan proyek ini saja, tapi orang – orang perusahaan ada,” ungkap M. Rusdi. ( Robinson Tambunan).






