Aksi Viral Pedagang dan Oknum Satpam KIK Berakhir Damai, Korban Ngak Minta Ganti Rugi

Jawa, Jawa Tengah, Kendal256 Dilihat

KENDAL – medianasional.id- Aksi viral yang melibatkan seorang pedagang dan oknum satpam di Kawasan Industri Kendal (KIK) akhirnya berakhir mediasi damai. Insiden ini sebelumnya viral di media sosial setelah sebuah video yang memperlihatkan oknum satpam (DN) menendang pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan KIK beberapa hari ini.

Dalam pertemuan mediasi yang difasilitasi Polisi, pihak PKL dan oknum satpam sepakat saling memaafkan dan tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum. Keduanya juga menyatakan saling memahami hak dan kewajibannya masing-masing di kawasan industri tersebut.

“Mediasi berjalan baik, semua pihak sudah mengetahui duduk persoalan dan bersepakat untuk tidak mempermasalahkan lebih lanjut. Ini hasil yang patut kita syukuri,” ujar Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, Rabu (28/5/25).

Kapolres menyatakan, sejak mencuatnya dugaan tindakan arogansi oknum satpam terhadap PKL di media sosial, Polres Kendal langsung turun ke lapangan untuk memastikan konflik ini tidak berkembang menjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tindakan cepat dan responsif Polres Kendal mendapat apresiasi dari manajemen Kawasan Industri Kendal. Kepala Manajemen Kotamadya KIK, John F. Tehupuring, menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian atas peranannya dalam menggelar mediasi ini.

Pihak manajemen KIK juga menyatakan komitmen untuk menjaga kondusivitas lingkungan industri, termasuk menyiapkan solusi jangka panjang terkait keberadaan PKL melalui pendekatan dialogis dan partisipatif. Dengan demikian, diharapkan kawasan industri dapat tetap kondusif dan aman bagi semua pihak.

“Upaya damai ini adalah wujud nyata bahwa semua pihak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Kami akan terus pantau dan jaga komunikasi agar tidak terjadi hal serupa,” pungkas John F. Tehupuring.

Pihak KIK juga telah meminta maaf atas kejadian tersebut dan berjanji untuk meningkatkan pengawasan terhadap oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, pedagang yang menjadi korban juga menerima permohonan maaf dari pihak KIK dan bersedia untuk berdamai.

“Ngak ada barang yang rusak dan ngak minta ganti rugi, yang penting kami bisa berjualan seperti biasa,” ujar Subiah, didampingi suaminya, Kades dan BPD Wonorejo, Kaliwungu.

Kapolres Kendal berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menyelesaikan semua konflik.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses