Indramayu, Medianasional.id – Dua mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) dilaporkan hilang usai terseret arus saat kegiatan rafting atau arung jeram di Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (8/11/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, ketika 7 mahasiswa melakukan kegiatan rafting dari Bendungan Legok.
Saat melewati Bendungan Karet Bangkir, mereka terhempas arus sungai dan membuat lima mahasiswa terjatuh, sementara dua mahasiswa lainnya bertahan di perahu.
Dari lima mahasiswa yang terjatuh, tiga di antaranya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua lainnya terseret arus dan belum ditemukan.
“Lima mahasiswa terjatuh dari perahu, dua mahasiswa bertahan di perahu, tiga mahasiswa berhasil menyelamatkan diri, sedangkan dua mahasiswa lainnya terseret arus sungai. Hingga kini kedua mahasiswa tersebut masih dalam pencarian tim SAR Gabungan,” tulis Kantor SAR Bandung dalam keterangannya.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim rescue Pos SAR Cirebon untuk melakukan pencarian, berkoordinasi dengan Polair Polres Indramayu dan Potensi SAR Indramayu.
Sukanto (57) orang tua Muhammad Lana Wiranto, salah satu mahasiswa Polindra yang hilang terseret arus, langsung mendatangi lokasi untuk memantau proses pencarian orang hilang yang masih dilakukan oleh tim SAR dan gabungan.
Sukarto berharap putranya bisa segera ditemukan.
“Kami berharap kepada petugas SAR dan gabungan segera menemukan buah hati saya,” ucapnya penuh harap.
Sukanto tak bisa menyembunyikan rasa cemas dan sedihnya, Ia sempat meluapkan kemarahannya kepada panitia penyelenggara kegiatan rafting arung jeram dan menyesalkan peristiwa tersebut.
Menurut Sukanto, keluarga sama sekali tidak mengetahui kegiatan tersebut yang berakibat adanya korban jiwa. Kata dia, Lana baru pulang dari kegiatan magang di Kuningan pada Jumat (7/11) malam, namun keesokan paginya ia sudah berangkat lagi di jam kuliah.
“Sebelum berangkat kuliah bilang ke mamahnya paling pulang sore, eh ngga tahu pulang selamanya menghadap illahi Robi,” ungkap Sukanto.
Diketahui, 7 Mahasiswa yang mengikuti kegiatan rafting tersebut tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Polindera.
Kegiatan dimulai dari desa Legok, saat melintas di area Bendung Karet Bangkir, perahu karet mereka terjebak dalam pusaran air yang mengakibatkan terbalik dan tak bisa dikendalikan.
5 mahasiswa yang berhasil diselamatkan yakni Fatir, Mus Ali, Gelar, Nonik dan Heliyah. Sementara 2 Mahasiswa lainya, Agung dan Lana, hingga kini belum ditemukan.






