
TUBABA, Medianasional.id
Mengatasi masalah sampah di lingkungan terdekat bukan hanya tanggung jawab Pemerintah setempat taupun petugas kebersihan, Melainkan juga sudah menjadi tangung jawab kita bersama.
Selain membuang sampah di tempatnya, Anak bangsa dari seluruh penjuru Nusantara telah membuat berbagai terobosan untuk mengurangi sampah lewat Proses daur ulang.
Begitu juga dengan niat dan tekat serta keinginan yang kuat dari para generasi Muda-mudi asal Kabupaten Tulangbawang Barat yang tergabung dalam satu wadah, Yaitu Literalam Tubaba.
Seperti halnya yang dijelaskan Akbar Qhoiri Zaki, Selaku ketua Literalam Tubaba.Bahwasannya kami hadir untuk mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat di kabupaten Tubaba agar dapat bijak terhadap sampah dan membuang sampah pada tempatnya.
“Kegiatan ini kami adakan bertujuan untuk mengajak seleuruh lapisan masyarakat, Khusuanya Kabupaten Tubaba agar bijak terhadap sampah yang ada disekitar lingkungan kita sendiri,”Ungkap Qoi sapaan akrabnya, Sabtu (12/6/2021) sekitar pukul 20,30 wib.
Lebih lanjut dikatakannya, Dalam kegiatan sosialisasi terkait Bijak sampah ini kami juga mengajak muda-mudi dan seluruh elemen masyarakat yang ada di kabupaten Tubaba untuk turut serta menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Senada juga dikatakan Iwan, Mewakili perwakilan Literalam Kecamatan Tulangbawang Udik, Bahwasannya kedepan kami bertekad untuk mengajak dan mengingatkan muda-mudi maupun alemen masyarakat untuk turut serta ikut gerakan bijak terhadap sampah.
“Senin besok kita berencana mensosialisasikan bijak sampah di kecamatan Tumijajar, kemudian akan dilanjutkan dikecamatan lainnya,”Singkatnya.
Ditempat yang sama Hasprilla selaku Narasumber menjelaskan bahwasannya kami telah Berinovasi mengelolah sampah menjadi budidaya ulat maggot atau black soldier fly yang bertujuan untuk mengurai sampah organik.
“Sekitar 6 bulan ini saya sudah melakukan penggelolahan sampah organik yang awalnya sampah tak berharga menjadi nilai berharga,” Terang Hasprilla yang pernah tergabung untuk berinovasi Ulat maggot di Jawa timur tepatnya di Surabaya.
Lebih lanjut dikatakannya, Bahwasanya ulat maggot akan berkembang menjadi lalat yang nantinya bisa menglah puluhan ton sampah organik dalam 15 hari.Maggot juga bisa digunakan sebagai pakan ikan dan unggas, atau dimanfaatkan sebagai pestisida alami dengan cara digiling dan diambil cairannya, sampah yang diurai maggot bisa menjadi pupuk organik berkualitas tinggi, Singkatnya.
Dari pantauan Medianasional.id dilokasi Nampak kegiatan dihadiri puluhan muda-mudi dan masyarakat dari berbagai kecamatan, Kegiatan sendiri diselenggarakan di Simple_Garden (Cafe) yang beralamatkan di Kecamatan Tumijajar, kabupaten Tubaba.
Laporan: Dra






