
Lampung Selatan, Medianasional.id – Kuota program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk penanganan dampak covid 19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menganggarkan hanya 2.900 Kepala Keluarga (KK) atau senilai Rp5,22 Miliar.
Dimana jumlah tersebut jika dibagi 256 Desa dan 4 Kelurahan yang tesebar 17 Kecamatan se-Lampung Selatan hanya menyentuh 10 KK perdesa. Sedangkan dalam penanganan wabah Covid-19 Pemkab Lamsel menganggarkan kisaran capai Rp 67 Miliar.
Sementara di ketahui, akibat virus corona sedang melanda Indonesia bahkan dunia pada saat ini telah berdampak nyata dan mengganggu perekonomian masyarakat, apalagi warga menengah kebawah khususnya di Lampung Selatan (Lamsel).
Berdasarkan informasi yang didapat dari sumber dan sempel dibeberapa Kecamatan setiap desa mendapatkan BLT APBD sebanyak 10 KK dan Kelurahan disesuaikan dengan jumlah Lingkungan yang ada, masing-masing Lingkungan mendapatkan kuota 10 KK.
“Iya, untuk BLT yang dari Pemerintah Kabupaten Lamsel yang bersumber dari APBD hanya 10 KK bang,” ujar salah satu Kepala Desa (Kades) yang tidak mau namanya disebutkan kepada media.
Terpisah, ketika dikonfirmasi kepada Dinas Sosial Lamsel, Kepala Dinsos Lamsel Dulkahar membenarkan jumlah tersebut. Dimana kata Dulkahar jumlah BLT APBD sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan dengan jumlah 2900 KK.
Dimana kata Dulkahar, dari jumlah 2900 KK tersebut masing-masing KK menerima Rp600 ribu perbulan selama tiga bulan kedepan.
“Nilainya 600 ribu selama 3 bulan dari APBD. Dana Desa juga 600 ribu, Kementerian Sosial juga 600 ribu,” ujar Dulkahar kepada medai melalui pesan WhatsAppnya. Kamis (30/4/2020) malam.
Ketika ditanya jumlah masing-masing desa yang menerima BLT APBD itu, Mantan Kepala DPMD Lamsel ini enggan berlomentar banyak. Namun kata dia, jumlah keseluruhan BLT APBD yang dianggarkan dalam dana Covid-19 sebabnyak 2.900 KK.
“Total nya 2900. Itu untuk sementara, bisa berubah sesuai situasi dan kondisi daerah. Sekarang ini kita lagi berusaha agar dapat dari Kementerian Sosial sebanyak 52 ribu KK, sisanya itu akan di kaper oleh dana desa (DD),” jelasnya.
Kemudian ketika ditanya, apakah tidak ada Kebijakan lain dari Pemkab Lamsel, sementara anggaran capi puluhan Miliar?. Dulkahar bersalih bukan hanya untuk BLT saja melainkan untuk Kesehata dan Ekonomi.
“Iya itukan ada kesehatan dan juga bidang ekonomi Dinda, Tidak hanya sosial. Insyaallah jika Kouta kementerian Sosial ini sukses maka akan lebih dari 60 % KK di Lamsel sudah mendapatkan program mulai dari PKH, BPNT dan bansos tunai atau BLT. Karena Penanganan covid 19 dilakukan mulai dari pusat, daerah dan desa,” tutupnya.
Reporter : (AP/Anw)
Editor : Drajat






