Wihaji Mengupayakan Perda Perimbangan Agar Keberpihakannya Kepada Pekerja Lokal Batang

136 views

Batang, medianasional.id Dengan adanya sumber energi Listrik Tenaga Uap (PLTU ) berkapasitas 2×1.000 MW di Kabupaten Batang saat ini akan berdampak positif, terutama bagi percepatan perekonomian Kabupaten Batang, sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran masyarakat setempat.ucap Wihaji.

” Dengan adanya PLTU di kabupaten Batang saya optimis dan menyakini lima sampai sepuluh tahun kedepan Batang menjadi Kabupaten yang besar dan luar biasa, karena adanya potensi yang ada atau “Palugada” apa yang lue mau gua ada,” Kata Wihaji di Batang Minggu(28/10).

” Terhitung ketika ada investasi secara berbondong – bondong, jangan sampai orang Batang jadi penonton dikatakan Wihaji, oleh karena itu Pemkab merencanakan membuat regulasi keperpihakan tenaga kerja lokal Batang.

“Sementara penetapan Perda Perimbangan Tenaga kerja jelas untuk melindungi tenga kerja lokal. Dimana setiap muncul investasi besar, berapa presentasi tenaga asing, tenaga luar Batang dan berapa tenaga lokal Batang,” tegas Wihaji

Jangan sampai Investor berdalih kalau tenagakerja kita tidak punya skil, karena akan kita latih melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang siap melatih calon tenaga kerja trampil yang dibutuhkan oleh Investor, lanjutnya.

“Dalam kepemimpinan lima tahun kedepan saya serius untuk menciptakan 1000 wirausaha baru dan 10.000 lapangan pekerjaan di kabupaten Batang,”kata Wihaji

“Ditambahkan bahwa memasuki era kemajuan teknologi dan informasi yang begitu cepat, mau tidak mau kita harus melakukan perubahan yang kreatif dan inovatif dalam melayani masyarakat melalui program smart city.

“Adanya Smart city bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, membagikan informasi kepada publik, dan mengoptimalkan pelayanan yang bermuara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjut Wihaji

“Kondisi saat ini sudah dilaksanakan smart branding Minggon Jatinan dengan mengusung go gren, tradisional yang akan mampu mendatangkan pengunjung 70 persen dari luar Batang dan transaksinya bisa mencapai Rp 60 juta setiap minggunya.” jelas Wihaji

Kontributor : Sukirno
Editor : Puji_Leksono

Penulis: 
author

Posting Terkait

  1. author
    Ari1 bulan agoBalas

    Setuju banget bapak.ide luar biasah menyiapkan SDM masyarakat dulu sebelum menarik investor masuk agar ” palugada” itu bisa real adanya.dan tidak ada alasan lagi bagi investor untuk menolak karena alasan tanpa keahlian ato pun menarik tapi ke bagian non sekil…dan untuk mempertimbangkan pula prosentase wilayah tapak dan penyangga..agar keadilan bener2 tercipta..mohon maaf bila ada salah kata…salam gedibal…

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.