Tercemar Peptisida, Wabup Suyono Larang PDAM Gunakan Air Sungai

210 views

Batang, medianasional.id – Penggunaan Peptisida yang berlebihan di lereng pegunungan Dieng untuk tanaman Kentang berdampak pada terkontaminasinya air sungai, sehingga tidak bisa langsung dikonsumsi harus melalui pengolahan lebih lanjut untuk menetralisirnya.

“Sudah Saya larang direktur yang lama PDAM Kabupaten Batang untuk tidak mengambil air sungai, walaupun airnya jernih tapi sudah tercemar peptisida yang berlebihan,” Kata Wakil Bupati Batang Suyono dalam peringatan Hari Air Sedunia.

Wabup Sayono saat di halaman PT. Pagilaran mengatakan tentang pentingnya sebuah air bagi kehidupan, karena dari setetes air kita bisa hidup dan terbentuk badan dan jiwanya, maka kita harus menghargai air untuk keberlangsungan mahluk hidup di dunia.
“Allah setiap tahun menurunkan air hujan yang tidak pernah berkurang volumenya, hanya berbeda tempat, kalau tidak ada pengelolaan air dan lingkungan alam yang benar akan berdampak musibah bagi makhluk hidup,” jelasnya. Rabu, (24/4/2019).

Lebih lanjut Suyono menuturkan saya apresiasi kepada PDAM yang telah mengedukasikan kepada masyarakat tentang pentingnya air dan mengelola air serta menjaga ekosistem alam.
“Edukasikan air terus kepada masyarakat serta masukan kedalam muatan lokal dimuatan dunia Kabupaten Batang, karena pentingnya air untuk kehidupan,”pinta Suyono.

Wabup juga menyampaikan bahwa dalam Islam sudah diajarkan dalam setiap kali mau menjalankan Sholat, yang disyratkan untuk berhemat air dengan 3 kali untuk membasuh untuk berwudhu.
“Dalam undang – undang dasar air dikuasi oleh negara untuk kemaslahatan, maka air butuh di kelola dengan baik untuk bisa di manfaatkan oleh masyarakat dan mahluk hidup,” tegas Wabup Suyono.

Ketua PD Perpamsi Jawa Tengah Samino mengatakan, harus ada inovasi dan edukasi bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan air dengan menanaman pohon dan pembuatan sumur serapan atau bio pori. Karena menanam pohon merupakan langkah awal jangka panjang dalamenjaga lingkungan.
“Bantuan bibit tanaman pohon jumlahnya kecil luasan luasan wilayah hutan kita, tapi ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kita dalan memberikan stimulan masyarakat untuk berbuat dan menjaga lingkungan,” kata Samino

“Bentuk tindakan dan niat kita semua karena air menjadai kebutuhan hidup semua mahluk di dunia, sehingga wajib bagi kita untuk menanam menjaga ekosistem lingkungan alam,” katanya.

Sementara Diirektur PDAM Kabupaten Batang Yulianto, SH mengatakan, Hari air sedunia jatuh pada 22 Maret, namun baru hari ini dilaksanakan, karena kemarin merupakan bulan sibuk menjelang Pemilu. Kagiatan ini untuk menarik perhatian masyarakat agar meningkatkan kesadarannya dalam menjaga lingkungan terutama air. Dalam gerakan penanaman bibit pohon PDAM menggandeng stake holder sperti Instansi Pemerintahan LSM, dan Ormas Pencinta Alam dan Pramuka.

“Air menjadi hak asasi manusia siapapun orannynya, dan penanaman bibit pohon untuk meningkatkan kepedulian untuk mengurangi kerusakan hutan di lereng dieng serta menjaga kelasterian alam,” kata Yulianto.
Dijelaskan pula gerakan tanam bibit pohon dari berbagai jenis tanaman tersebut dari bantuan PD Perpamsi sebanyak 15 ribu bibit Aren, 2000 bibit mangrov. Bantuan PDAM 7500 bibit Aren, 1000 bibit Kepel Saman, 500 bibit Kluwek atau Pucung serta di berikan pula bantuan pemberian modal usaha untuk 5 UMKM dan peternak cacing dengan total jumlahnya mencapai 22 juta.

Dalam kesemapatan tersebut juga di kukuh kepengurusan Saka Tirta Dharma Kwarcab Pramuka Kabupaten Batang, yang di lanjutkan pula penanaman oleh Wakil Bupati Suyoni, Dandim 0836 Batang Letkol Kav. Henry Napitupulu bersama rombongan. *

Reporter : Puji_L.

Batang peringatan hari air sedunia

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.