Soal Jadwal Pengeringan Irigasi, Petani Minta Kepastian

151 views

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, M. Rafi’i, SP

Mukomuko, Medianasional.id- Petani di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu meminta kepastian dari pemerintah soal jadwal pasti rencana
pengeringan irigasi. Seperti diungkapkan Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, M. Rafi’i, SP, jika jadwal pengeringan dilakukan di bulan Oktober 2020 mendatang, maka petani akan turun lagi ke sawah untuk menanam usai panen padi bulan ini. Namun, kata Rafi’i, kalau pengeringan irigasi dilaksanakan bulan September, petani tidak akan turun ke sawah.

“Kalaupun turun ke sawah, mereka tidak akan kebagian air ketika tanaman padi mulai bunting. Nah yang jadi masalah sekarang, kami juga belum tahu jadwal pasti
pengeringanya. Petani juga sering bertanya kepada kami, tapi tidak bisa kami jawab. Itulah sebabnya, kami berharap supaya pemerintah segera memberikan kepastian jadwal pengeringan irigasi. Apakah di
bulan September atau bulan Oktober. Ini juga untuk memastikan, bisa dan tidaknya
petani turun ke sawah untuk tanam padi di musim tanam ke tiga tahun ini,” tegas, Rafi’i, ketika dikonfirmasi.

Rafi’i juga berharap, pemerintah bisa menyampaikan jadwal pengeringan sebelum petani selesai panen.

“Semakin cepat disampaikan, itu  semakin bagus. Kalau bisa dalam minggu ini sudah ada informasi kepada petani,” katanya.

Terpisah , Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Nasuhanto,
S.STP, ketika dikonfirmasi kemarin membenarkan di tahun ini ada pengeringan irigasi lantaran ada kegiatan rehabiliasi jaringan oleh pihak Balai Sungai Sumatera Wilayah VII Bengkulu. “Yang jadi persoalan
sekarang ini, surat resminya kami belum dapat. Jadi kapan rehap itu akan dilaksanakan, dan kapan irigasi itu akan dikeringkan, kami juga masih menunggu surat resmi dari Balai Sungai. Kami juga akui, sudah banyak petani bertanya mengenai dilaksanakan pengeringan. Maksud petani itu baik. Kalau pengeringan akan dilakukan dalam waktu dekat,
selesai panen ini mereka bisa tanam palawija. Tapi kalau jadwal pengeringan masih lama, mereka akan turun lagi ke sawah. Ya harapan kami, dalam minggu ini sudah ada surat resmi dari Balai sungai
terkait jadi dan tidaknya melaksanakan rehabilitasi jaringan,” pungkasnya. (Purwanti)

DomaiNesia

Mukomuko

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.