Sempat Berselisih Paham, Pihak Yayasan Al Utsaimin Bangkinang Berdamai dengan Wartawan

367 views

 

Kampar, medianasional.id – Terkait adanya pemberitaan “Diduga Sering Terjadi Kasus Pemukulan Antar Santri, Begini Sikap Petinggi Ponpes Al Utsaimin” pada Senin Sore (14 September 2020). Akhirnya Kepala Perwakilan Media Nasional Provinsi Riau dengan beberapa orang guru Ponpes Al – Utsaimin melakukan perdamaian di ruang guru Ponpes Al – Utsaimin. Rabu siang, (16/09/20).

Acara perdamaian tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Fahmil S.E, M.E, Ketua Yayasan Ponpes Al Utsaimin, Dr. Dasman Yahya Ma’ali LC, MA, Sekretaris, Ustadz Alisman, Kepala Sekolah, Ustadz Isnen, Kepala SMA Ponpes Al Utsaimin, Syukri, M.Pd, Kepala SMP, Rial Armunza, M.Pd, dan beberapa orang guru – guru Ponpes Al – Utsamin Bangkinang.

Usai menandatangai surat perdamaian tersebut, Kepala Sekolah Yayasan Ponpes Al – Utsaimin Bangkinang, Ustadz Isnen, ketika dikonfirmasi oleh awak media menyampaikan, “Tentu berita itu adalah berita yang tidak baik. Makanya dengan adanya pertemuan kita hari ini, dengan islah kami sangat berterima kasih dan bersyukur kepada Allah SWT, serta berterima kasih kepada bapak Fahmil, selaku mediator dalam hal ini. Semoga islah ini berjalan dengan hati yang tulus, dan Allah SWT memberikan maaf kepada kami, semua kita diampuni Allah SWT. Kemudian terkait berita yang sudah berkembang melalui saudara Robinson, tolong dicabut sebisa – bisanya. Supaya berita itu terhenti, dan tolong beritakan Al Utsamain tentang hal – hal Positif,” pinta Ustadz Isnen.

Lebih lanjut dikatakan Ketua Yayasan Ponpes Al -Utsaimin Bangkinang, Dr. Dasman Yahya Ma’ali LC, MA, berikut vidionya :

Selanjutnya dikatakan Robinson Tambunan, selaku Kepala Perwakilan Media Nasional Provinsi Riau, “kita selaku manusia tidak ada yang sempurna. Berkembangnya berita itu, mungkin karena salah paham saja. Karena saya emosi dengan beberapa orang oknum ustadz pihak pondok, makanya terjadilah selisih paham. Kedepannya terkait berita itu kita siap untuk mengklarifikasi, tapi kalau untuk menghapusnya tidak ada wewenang saya, itu adalah wewenangnya redaksi. Saya Kepala Perwakilan Media Nasional Provinsi Riau, meminta maaf yang sebesar – besarnya kepada petinggi – petinggi Yayasan Ponpes Al – Utsaimin Bangkinang,” terang Robinson.

“Kalau hubungan untuk kedepannya dengan pihak Yayasan Ponpes Al -Utsaimin Bangkinang, kita akan menjalin mitra yang lebih baik lagi. Jika kita dibutuhkan untuk mempublikasikan kegiatan – kegiatan yang bagus kita siap bantu. Sebelumya saya menilai petinggi – petinggi Yayasan Ponpes ini memang luar biasa bagusnya dalam menyelesaikan masalah,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Fahmil SE, ME, selaku mediator menyampaikan, “saya mungkin agak ini juga kalau disampaikan sebagai mediator. Sebetulnya semenjak saya melihat video dan berita itu, saya langsung menghubungi Ponpes dan juga mendatangi adinda Robinson. Kita ingin tahu seperti apa, maka saya berniat untuk meng islahkan. Semua ini tentunya kita menjadikan pelajaran bagi kita semua, bahwasanya sangat penting kita berdiskusi. Karena dalam agama kita itu diskusi, saling Islah. Sebab tugas kita sebagai muslim, kalau ada salah satu diantara sahabat atau saudara kita yang bermasalah maka kita wajib untuk mengislahnya,” terang Fahmi, SE., ME.

Lanjutnya, “Maka hari ini alhamdulillah, kita semua di pondok dan juga dengan adinda Robinson sebagai profesi wartawan sudah sepakat siap untuk mempromosikan Ponpes ini. Bahwasannya Pesantren tidak seperti tanggapan – tanggapan di media sosial yang banyak kemarin itu. Tidak seperti itu kejadian yang sebenarnya, maka hati – hati kita dalam menggunakan media sosial. Karena nanti masyarakat akan menjadi multitafsir. Harapan saya, dengan islahnya ini menjadi pelajaran dan menjadi kuat silahturrohhim persaudaraan antara Robinson dengan Pesantren ini,” harap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar. (Zul)

DomaiNesia

Kampar SMA IT Al Utsaimin Bangkinang

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.