Program Pemulihan Ekonomi Nasional Langkah Strategis Pemerintah Menanggulangi Market Shock Dimasa Pandemi

176 views

Pandemi Covid-19 yang menyebar dengan cepat dan tak terkendali telah menyebabkan kehancuran diberbagai aspek kehidupan setiap negara termasuk di Indonesia. Dampak pandemi Covid – 19 tergolong sangat luas mulai dari dampak sosial maupun dampak ekonomi. Dampak sosial yang sangat terasa adalah dengan jumlah korban pandemi Covid – 19 yang sangat banyak dan masih terus bertambah hingga saat ini.

Selain itu,  kondisi perekonomian juga sangat tertekan baik sektor usaha makro maupun mikro semuanya mengalami kondisi keterpurukan dan banyak yang gugur dan tak mampu bertahan menghadapi tekanan pandemi Covid-19. Akibatnya, kemiskinan dan pengangguran menjadi semakin meningkat sebagai akibat dari gelombang pemutusan hubungan kerja dari sektor swasta karena banyaknya kegiatan usaha yang collaps sehingga tidak mampu lagi untuk membayar gaji para karyawannya.

Berbagai sektor usaha tak luput dari dampak pandemi Covid – 19 ini baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung. Adapun sektor yang paling terdampak diantaranya adalah perusahaan UMKM yang bergerak diberbagai sektor misalnya sektor pariwisata, hotel, sarana transportasi, logistik, keuangan, dan pangan.

Pandemi Covid-19 ini telah mengganggu stabilitas ekonomi dimana yang sangat jelas adalah terjadinya market shock berupa penurunan demand masyarakat diberbagai sektor yang menyebabkan keseimbangan pasar menjadi terganggu. Kondisi ini telah menyebabkan dampak yang sangat sistematis pada berbagai negara di seluruh dunia, bahkan sudah banyak negara yang mengalami resesi akibat pandemi Covid-19 ini termasuk Indonesia. Menurut data BPS, Indonesia telah resmi memasuki masa resesi setelah realisasi pertumbuhan ekonominya minus pada dua kuartal berturut-turut yaitu pada kuartal II minus 5,32%  dan kuartal III minus 3,49% tahun 2020.

Melihat kondisi yang sangat mengkhawatirkan inilah yang melatarbelakangi pemerintah untuk melakukan berbagai strategi agar perekonomian Indonesia tetap stabil dan membaik serta agar resesi yang terjadi tidak sampai meluas dan memicu krisis ekonomi. Selain melakukan upaya untuk menekan sebaran infeksi Covid-19, pemerintah juga terus melakukan sejumlah upaya agar roda perekonomian tetap berjalan sehingga perekonomian bisa terus mengalami perbaikan.

Disaat seperti ini, intervensi pemerintah dibidang ekonomi memang sangat diperlukan guna mempercepat proses pemulihan keseimbangan pasar agar tercipta stabilitas ekonomi. Adapun upaya yang dilakukan diantaranya dengan menerbitkan sejumlah program dan peraturan diantaranya Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020 yang mengatur tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

 

Selain itu, Pemerintah juga mencanangkan suatu program yang disebut Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui PP Nomor 23 Tahun 2020 yang telah di lakukan perubahan menjadi PP Nomor 43 Tahun 2020. Program PEN merupakan bentuk intervensi pemerintah terhadap pasar yang bertujuan membantu meredam market shock akibat Pandemi Covid-19 dan mempercepat pemulihan ekonomi.

Menurut data dari Kementerian Keuangan secara garis besar, biaya PEN tahun 2020 digelontorkan untuk sisi demand sebesar Rp205,20 triliun dan supply sebesar Rp384,45 triliun. Sedangkan untuk tahun 2021 proyeksi alokasi anggaran untuk PEN mencapai Rp403,9 triliun atau naik dari rencana sebelumnya Rp372,3 triliun.

Sumber Data:

Kementerian Keuangan
Total anggaran program PEN Rp403,9 triliun tersebut difokuskan untuk alokasi terhadap enam bidang yaitu kesehatan, perlindungan sosial, sektoral kementerian/lembaga dan pemda, UMKM, pembiayaan korporasi, dan insentif usaha. Dari sisi demand, pemerintah akan meningkatkan permintaan dengan merangsang konsumsi dari program perlindungan sosial seperti PKH, sembako, bansos, Pra kerja, diskon listrik, menjaga logisitik/pangan/sembako, BLT Dana Desa, serta insentif subsidi bunga perumahan bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR).

Sedangkan dari sisi supply, pemerintah akan melaksanakan program pemberian subsidi bunga untuk kredit Ultra Mikro dan UMKM, melaksanakan penempatan dana di bank untuk mendukung restrukturisasi Ultra Mikro dan UMKM, melaksanakan penjaminan kredit modal kerja UMKM dan non UMKM, pemberian insentif perpajakan, serta pemberian dukungan terhadap BUMN.

Untuk memaksimalkan pelaksanaan program PEN pada tahun 2021 ini, pemerintah juga melaksanakan monitoring penyaluran dana, memberi masukan kepada Kementerian dan Lembaga untuk meningkatkan pos-pos yang penyerapannya masih minim dan tidak bergerak sesuai dengan perencanaan sehingga nantinya program PEN ini akan sesuai dengan yang telah direncanakan dan memiliki dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Dengan adanya sejumlah kebijakan tersebut, diharapkan dapat meredam market shock yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19 sehingga akan mendorong kembali daya beli masyarakat, memperluas penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Pada akhirnya program ini diharapkan akan mempercepat pemulihan keseimbangan pasar dan mengoptimalkan proses pemulihan ekonomi Indonesia.

Referensi:
Pemerintah Indonesia. 2020. Undang-Undang No. 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Dan/Atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perkonomian Nasional Dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan. Lembaran Negara RI Tahun 2020, No. 134. Sekretariat Negara. Jakarta.

Pemerintah Indonesia. 2020. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 23 Tahun 2020 tentang  Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Dan/Atau Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional. Lembaran Negara RI Tahun 2020, No. 131. Sekretariat Negara. Jakarta.

Penulis : Ilham Dani Mulya
(Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara-STAN)

Artikel Jakarta Opini

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.