Penuhi Panggilan Kepolisian, Pengacara Ruby Falahadi, SH Dampingi Pelapor

1710 views

BOGOR, Medianasonal.id – Tindak lanjut atas laporan R. Rindiawan terhadap inisial (LY) atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik ke Kepolisian Resort (Polres) Bogor telah bergulir ke tahap penyelidikan.

Usai dimintai keterangan, pelapor didampingi pengacaranya Ruby Falahadi, SH. Rindiawan menunjukan surat panggilan polisi di Mako Polres Bogor, Jum’at (30/10).

R. Rindiawan melalui pengacaranya Ruby menyebutkan pemanggilan itu, terkait Berita Acara Interogasi (BAI).

“Tadi pengadilan ada 13 keterangan yang kita berikan laporan dugaan dugaan tindakan pada Undang-Undang ITE. Pihak kepolisian telah menganalisa dan memberikan pasalnya (untuk pelaku),” kata Ruby.

“Menurut pandangan saya selaku Pengacara, pelaporan terhadap LY tersebut, tindak pidana pasal 184 KUHAP sudah terpenuhi. Adanya dua bukti bukti sudah cukup, baik lisan atau tulisan,” terangnya.

Ruby juga menambahkan, dari pihaknya sebagai Penasehat, demi hukum dan undang-undang. Siapapun yang ahli, yang membuat tindakan pidana itu harus.

Diberitakan, cerita Rindiawan sebelum didampingi pengacaranya, “pihak yang bermula sebelumnya membantu inisial ME untuk mengatur sertifikat tanah LY, Kepengurusan sertifikat hilang,” kata Rindi.

“Keterangan yang saya dapat ternyata tidak sesuai dengan keterangan yang sebenarnya, karena sertifikat itu bukan hilang tapi sudah dilelang. Lantas kenapa memaki-maki ibu saya?” kata Rindiawan Geram.

Lanjut dia menjelaskan, bukan hanya penghinaan kepada ibunya, selain memaki ibunya, LY juga telah mencemarkan nama baik Rindiawan, “bukan cuman ibu saya, tapi melalui Telepon Selulernya lebih parah lagi malah. Karena saya ambil tindakan (melapor ke polisi),” ucap R. Rindiawan.

Menurut dia, LY menyerang ibu Rindiawan dengan lisan, LY melontarkan kata-kata yang tidak pantas hingga ibu Rindiawan pun menangis terisak-isak. kata dia, Kejadian itu di saksikan tetangga disekitar rumah dan ME.

R. Rindiawan menyatakan bahwa ibunya tidak ada apapun yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang ia kerjakan.

“Kenapa ibu saya jadi sasaran,” katanya.(Nimbrod Rungga)

DomaiNesia

Bogor

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.