Opini : Membentuk Karakter Ala Pondok Pesantren untuk Anak Zaman Now

84 views

Oleh: Intan Purnama Sari
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban

Berbicara tentang anak tentunya sangat menarik untuk setiap orang yang membacanya, karena setiap orang pasti akan menjadi orang tua seperti halnya dengan anak yang semakin tahun akan bertambah umur dan menjadi tua itulah hukum alam yang sudah ada. Setiap anak mempunyai sifat yang berbeda dengan anak lainnya, namun seiring dengan perkembangan zaman anak semakin tidak mampu mengkondisikan bagaimana sifat itu diterapkan, perlu adanya suatu pembentukan karakter untuk anak agar nantinya tidak ada kontroversi terhadap zaman sekarang.

Zaman sekarang atau mereka sebut dengan zaman now, sehingga memunculkan budaya-budaya asing dan mulai mempengaruhi budaya asli, bahkan mulai menghancurkan anak bangsa. Salah satu fakta dari penghancuran moral untuk anak zaman now adalah melalui media yang terkadang tidak kita ketahui sumbernya dari mana, sehingga seringkali orang tua memberikan handphone ataupun alat lainnya untuk anaknya agar mereka terhibur tanpa memikirkan dampak yang akan ditimbulkan dari apa yang diperbuat.

Padahal melalui handphone tersebut anak mampu mengakses apapun tanpa adanya batasan, atau iklan-iklan yang bermunculan terkadang tidak sepantasnya dipertontonkan kepada anak seumuranya. Sehingga seringkali presepsi anak akan bermunculan yang memberi dampak buruk pada pola pikir anak tersebut. Maka peran orang tua atau orang dewasa sangat diperlukan pada saat ini, khususnya pada zaman yang serba canggih yang dengan mudah dan cepat mengakses apapun tanpa adanya batasan usia.

Seperti kasus-kasus yang sering terjadi pada akhir-akhir ini, itu semua tak lepas dari kecanggihan handphone pada zaman sekarang, yang mampu menimbulkan rasa penasaran pada anak-anak, karena seperti yang kita ketahui bahwa anak-anak memiliki rasa penasaran lebih tinggi kepada suatu hal yang belum mereka ketahui. Sehingga anak tidak memikirkan dampak apa saja yang akan mereka dapatkan ketika melakukan hal tersebut. Belum mampu memilah mana yang pantas dan tidak.

Kita tahu anak-anak sebuah tunas bangsa, yang mampu membawa Indonesia menjadi dunia yang lebih tangguh, dan berkembang untuk menuju lebih jaya dan baik. Namun semua tidak mudah seperti semangat juang yang dilakukan oleh anak-anak terdahulu. Apalagi dengan kehadiran telepon pintar yang canggih, sehingga membuat anak-anak sibuk dengan dunianya masing-masing. Pemikiran tidak menjadi berkembang dan anak jarang bergaul dengan seusianya, diakibatkan sibuk dengan handphone yang mampu mengakses berbagai hal.

Pengontrolan orang tua terhadap hal tersebut diperlukan, dan pesantren hadir memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi. Pembentukan karakter ala pondok pesantren mampu membangun pendidikan karakter anak-anak supaya tidak memfokuskan dunianya pada smartphone sehingga tidak menjadikan anak memahami betapa pentingnya juga kehidupan pesantren yang membawa ajaran agama kepada anak-anak.

Ketika di pesantren seorang anak akan dididik untuk tidak menggunakan handphone atau yang sering disebut telepon pintar, mereka akan diajarkan pelajaran agama dari bangun tidur sampai menjelang akan tidur. Semua dilakukan setiap hari hingga tidak sibuk dengan smartphone yang terkadang menimbulkan efek yang buruk, namun tidak semua efek terhadap smartphone akan berdampak buruk semua tergantung seorang anak tersebut bagaimana menggunakan dan apakah anak tersebut dipantau juga oleh orang tuanya.

Membentuk pendidikan ala pesantren dilakukan dengan berbagai metode, dapat dilakukan dengan metode ceramah atau praktik. Metode ceramah seorang guru atau kyai mampu menyelipkan pendidikan yang mampu menjadi pembatas perihal apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sehingga anak-anak tahu perbedaan kedua hal tersebut, dari situlah pendidikan karakter mampu terbentuk. Apalagi dalam pesantren akan mengaji banyak kitab-kitab sehingga mampu menambah wawasan bagi anak-anak, khususnya anak-anak zaman sekarang.

Editor : Abu Bakar Sidik

Artikel Opini UPB Bumiayu

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.