Opini : Degradasi Inteligen Mahasiswa

118 views

Oleh: Yeyen Yuniar
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Peradaban

 

Menurut plato mahasiswa adalah kaum cendekia. Cendekia dalam KBBI edisi V mempunyai arti cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar. Mahasiswa adalah proses dari siswa menuju maha. Tidak mudah menjadi mahasiswa sebab, banyak tanggung jawab baik kepada akademis maupun sosial. Mahasiswa dengan beribu bebannya merupakan sebuah tantang bagi dirinya, bagaimana dirinya bersikap terhadap setiap permasalahan yang menghadang. Dalam kampus tidak jauh beda dengan didalam sekolah menengah.

Kampus merupakan kawah candradimuka yaitu tempat penggemblengan, perkaderan dan tempat untuk bekal nanti ke masyarakat. Ibarat kata kampus ialah sebuah kolam yang mampu diukur kedalamannya, semua masih dibatasi. Ketika salah ditegur dan ketika memberikan prestasi diberikan apresiasi. Sedangkan, masyarakat itu sebuah lautan yang lepas, sehingga semua tingkah laku kembali pada diri sendiri, tidak ada yang menegur jika salah dan tidak ada yang mengapresiasi jika kita berprestasi. Sebuah tanggung jawab besar bagi seorang mahasiswa. Sangat disayangkan jika mahasiswa di era 4.0 ini hanya mencopy paste budaya barat untuk diterapkan di Indonesia.

Mahasiswa sekarang sangat disibukan dengan berbagai instan bukan perjuangan. Perpusatakaan kosong hanya buku-buku lusuh yang mengisi. Selain itu motivasi dalam berorganisasi semakin melemah, daya kritis mahasiswa terhadap situasi semakin terkikis, berbeda dengan mahasiswa di era kepemimpinan Soeharto, dimana mahasiswa menjadi dalang dari segala birokrasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa ditakuti pemerintah dan disegani masyarakat. Namun sekarang yang terjadi pemerintah acuh terhadap mahasiswa dikarenakan menurunnya segala bentuk intelegen mahasiswa. Mahasiswa hanya sibuk dengan nilai IPK yang semakin naik semester semakin menurun, sibuk dengan fashion dan sibuk terhadap egosentris diri.

Ada yang salah dengan diri mahasiswa. Tri darma perguruan tinggi semakin terlupakan. Salah satunya ialah pengabdian msyarakat. Intelegen bukan hanya sola kecerdasan bagaimana ia mampu mengerjakan soal UAS dengan nilai IPK 4.0 tapi kecerdasan juga termasuk dari bagaimana seorang mahasiswa mampu berkontribusi untuk masyarakat, mengadakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan mampu menciptakan hal baru untuk bangsa sendiri. Jika hanya berbicara tentang kecerdasan bagaimana memeroleh nilai 100 anak SD pun saya rasa bisa. Namun Mahasiswa dengan anugerahnya kata Maha harus memiliki intelegen yang lebih dari apa yang semua orang bisa. Tidak banyak orang tua mampu memberikan pendidikan sampai perguruan tinggi, dengan keterbatasan ekonomi yang ada tentu banyak orang tua yang tidak sampai memberikan pendidikan kepada anaknya sampai perguruan tinggi.

Peran dan fungsi mahasiswa jarang yang menerapkannya pada diri masing-masing. Bentuk akal yang cerdas ialah mampu melihat hal mana yang harus dikerjakan dan tidak. Nyatanya mahasiswa sekarang sangat jauh berbeda, melemahnya suatu kecerdasan dalam hal situasi sosial adalah sebuah kegagalam bahwa anda kurang menikmati menjadi mahasiswa. Bentuk kecerdasan pada diri mahasiswa sudah seharusnya mampu merubah keadaan, semisal dengan adanya mahasiswa di suatu desa terpencil, maka akan terwujud sebuah desa layak penduduk. Selain itu pula, mahasiswa sekarang selalu merasa terbebani dengan tugas yang sifatnya adalah sebuah bentuk pengajaran terhadap diri sendiri, apatis terhadap kegiatan kampus dan sosial.

Seharusnya ada yang perlu dibangun dari Mahasiswa itu sendiri. Yaitu, sebuah keharmonisan dengan pihak-pihak kampus, banyak mahasiswa mengeluh karena peraturan yang tersistematis seperti negara, dosen yang jarang mengayomi dan penduduk kampus yang kurang ramah terhadap masyarakat sekitar, sehingga menurunkan akreditas dari mahasiswa itu sendiri. Menjadikan kampus sebagai bentuk ramah lingkungan sangat jarang dilakukan oleh perguruan-perguruan tinggi lainnya. Pasalnya kampus hanya akan fokus pada satu titik yaitu akreditasi dan lulusan terbaik yang mumpuni dibidang apa saja.

Pengaruh lingkungan yang termasuk dalam penurunan kecerdasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global. Mahasiswa akan merasa tertekan jika banyak hal yang dilarang, sehingga menyumbat proses mahasiswa berinteraksi dengan masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan berpikir negatif tentang mahasiswa. Selain kecerdasan bahwa inteligen ialah berakal dan berpikir tajam, namun penurunan inteligen semakin terlihat, sebab mahasiswa terlalu nyaman dengan segala bentuk yang sudah diciptakan, sehingga mereka tidak mampu untuk berpikir tajam bagaimana menciptakan sesuatu. Sepantasnya mahasiswa tersadarkan oleh perjuangan, karena bagaimanapun perjuangan tidak akan ada usainya.
Salam Mahasiswa!!!

Editor : Abu Bakar Sidik

Artikel Opini UPB Bumiayu

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.