Opini : Angin Badai di Tahun Politik

178 views

 

Oleh : Muhamad Rifai
Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu dan Kader HMI Bumiayu

Lagi-lagi negri ini di gegerkan dengan polemik yang membuat resah masyarakat kita, sehingga tensinya naik tiba-tiba. Salah satunya adalah insiden terkait pembakaran bendera yang di anggap milik salah satu ormas Islam yakni HTI, bertuliskan kalimat tauhid. Yang saat ini masih hangat di beritakan di televisi, koran, youtube dan media sosial lainnya. Tentunya hal ini memunculkan berbagai macam perspektif yang lahir dari kalangan masyarakat dalam menafsirkan kejadian tersebut. Efeknya timbulah keributan, ketika pemahamannya saklek, dalam artian langsung menyimpulkan/mengambil sikap tanpa harus menganalisis terlebih dahulu, ini akan sangat berbahaya bagi masyarkat awam yang menerimanya.

Nampaknya seperti angin badai, dengan hembusan cukup besar ke tahun politik untuk siap menggoyahkan masyarakat. Entah siapa yang memulainya, tapi yang jelas ini adalah bagian dari permainan para elit politik untuk mencapi tujuannya (kekuasaan). Namun, jangan sampai kita terjebak dalam lingkaran ini, agar tidak dijadikan kambing hitam oleh cecenguk-cecenguk yang memiliki kepentingan dibalik berita yang beredar dengan mengisukan lebih mengarah ke persoalan agama.

Namun perlu diketahui, pada dasarnya keributan yang terjadi di negri ini sebenarnya lebih sering mempersoalkan tentang politik, kemudian di bangun opini-opini semenarik dan dikemas seindah mungkin yang seolah-olah menjadi keributan agama, dikarenakan isu agama ini sangat ampuh digunakan sebagai alat politik untuk memperebutkan kekuasaan, ini yang pertama. Yang kedua, bahwa persoalan tersebut ada indikasi kearah untuk memecah-belah bangsa ini. Pasalnya seringkali muncul polemik semacam ini yang pada akhirnya adalah saling mengejek antar sesama. Jika kondisi seperti ini tidak bisa terkontrol, maka tinggal menunggu waktu, akan hanya nama saja yang tersisa Indonesia ini, sementara jati diri bangsa terkikis oleh manusia-manusianya sendiri.

Dengan kejadian tersebut, maka perlu kiranya cerdas dalam memfilter informasi yang kita peroleh. Mungkin kedepan akan muncul isu-isu baru ataupun isu-isu lanjutan dari kejadian yang telah terjadi. Maka jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi untuk memecah-belah bangsa. Mari kita menjadi analisator yang cerdas dalam menanggapi isu-isu yang beredar di media-media.

Editor : Abu Bakar Sidik

Opini Universitas Peradaban

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.