Monitoring ke Sekolah Terkait PPDB, Rp 500 Ribu Untuk Daftar Ulang Kepala Cabdin Belum Dapat Laporan

703 views

Ka Cabdin Mukomuko, Jasni Bahari Sisi Kanan Paling Ujung Saat Monitoring ke SMKN 3 IV Koto

Mukomuko, medianasional.id – Dalam rangka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019 – 2020, Kepala Cabang Dinas (Ka Cabdin) Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, sengaja monitoring ke sekolah-sekolah tingkat SMA, SMK, SKB, negeri maupun swasta yang berada Kabupaten Mukomuko.

Mulai SMAN 1, SMAN 7 Kecamatan Kota Mukomuko, SMKN 3 IV  Koto, sampai ke SMA yang di Kecamatan Lubuk Pinang. Kegitan itu dilakukan,  murni untuk meninjau langsung sekolah-sekolah yang bakal melakukan penerimaan murid didik baru dalam tahun ini.

Supaya sesuai dengan aturan yang berlaku, sesuai pula dengan kuota yang ada, sehingga tepat pada sasaran, kata Kepala Cabdin, Jasni Bahari, kepada awak medianasional.id Jumat (5/7), saat Dia sendirian meninjau SMKN 3 Kecamatan IV Koto.

“Kita kesekolah-sekolah yang ada, memonitoring atau mengevaluasi ketika musim PPDB ini. Yang alhamdulliah animo masyarakat supaya anak-anaknya untuk bersekolah di SMK 3 ini sangat luar biasa keibginannya. Kedepannya, kita berusaha lebih giat lagi supaya pendidikan di kabupaten Mukomuko ini tetap terjaga marwahnya untuk menjadi lebih baik lagi. Baik prestasi akademik, maupun non akademiknya, sehingga dapat mengukir prestasi hingga ke kancah nasional atau demikian itu. Tujuan kita kesekolah ini, untuk monitoring serta evaluasi, apa-apa saja yang sudah dilakukan pihak  sekolah, sehingga telah sesuai dengan yang sebenarnya apa belum menurut aturan serta peraturan yang berlaku. Jika mereka tidak mengacu kepada peraturan sebenarnya, berarti pihak sekolah telah siap menanggung semua resiko yang akan ditempuhnya,” papar Jasni Bahari.

Disisi lain, Ketua PPDB SMKN 3, Soni Hendrawan, S.Kom mengatakan, terkait PPDB tahun ajaran 2019-2020 ini, pihak sekolahnya menerima sebanyak 7 kelas, sesuai dengan pelapasan kelas III, yang berjumlah 224 siswa. Tentunya tanpa ada pungutan dana sepeserpun, untuk uang masuk. Dan juga pendaftaran ulang untuk kelas 2 dan 3, pihak sekolah tersebut tidak memungut biaya daftar ulang satu persenpun.

“Untuk PPDB kita tak memungut biaya, begitupun untuk daftar ulang 0,0 persen  kita berlakukan iuran, hanya saja kita suruh mengumpulkan buku raport saja,” ungkapnya.

Sementa itu, medianasional.id menerima laporan dari salah satu wali murid SMAN 3 Kecamatan Air Manjuto, yang namanya ada pada penulis. Katanya, seorang wali murid dibebankan dana sebesar Rp 500.000 untuk biaya daftar ulang siswa, kelas 2 dan kelas 3.

“Kalau saya jujur saja merasa keberatan terkait sejumlah dana itu. Makan saja, seakan-akan kocar kacir untuk saya mendapatkannya,” kata sumber.

Dikonfirmasi, kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 3, Nur Hakim, via ponsel, Ia membenarkan soal dana tersebut. Tetapi Dia tidak mengetahui persoalan itu, karena perihal itu adalah urusan pihak komite sekolah. Sedangkan menurut Nur Hakim, soal dana itu tentunya sangat jelas peruntukannya. Katanya, yakni untuk biaya pendidikan murid-murid itu sediri.

“Soal kejelasan dana itu, adalah urusan komite sekolah. Kegunaannya ada rinciannya, untuk lanjutan pendidikan murid itu sendiri, dan telah jelas kegunaannya melalui rapat komite,” singkan Nur Hakim.

Sementara itu, Jasni Bahari, mengatakan mengenai kebenaran pungutan sehumlah dana itu, dirinya belum mendapat laporan mengenai perihal tersebut. Katanya, “Saya belum mendapat kaporan soal itu. Dan juga, seluruh Kepala sekolah belum kami panggil untuk melakukan pertemuan. Kalau misalnya dana itu jelas kegunaannya, dan demi kebutuhan peserta didik itu sendiri, tentunya hal itu tak menjadi persoalan. Namun jika pungutan itu dilakukan untuk kepentingan yang tidak jelas juntrungannya, tentunya hal itu akan menimbulkan persoalan,” pungkasnya.(Aris)

Mukomuko

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.