Esensial Model Pembelajaran Era 4.0 di Tengah Pandemi

235 views

Esensial Model Pembelajaran Era 4.0 di Tengah Pandemi

Oleh: Wini Nuraeni

Mahasiswi Universitas Peradaban Bumiayu

Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia

Akhir-akhir ini seluruh penjuru dunia sedang dihebohkan dengan maraknya pandemi Covid-19. Apa itu Covid-19? Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus corona atau Serve Acute Respiratory Syndrome Coronavirus2 (SARS-CoV-2) ini merupakan virus yang menyerang system pernafasan. Virus corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Virus ini menular dari manusia kemanusia, bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan tidak mengecualikan laki-laki atau perempuan.

Banyak dampak yang ditimbulkan dari tersebarnya virus covid-19 ini. Salah satu upaya pemerintah dalam meminimalisirkan penyebaran virus corona adalah menerapkan belajar dirumah, ibadah dirumah dan kerja dirumah (Work From Home/WFH) bagi para pegawai negeri maupun swasta. Selain itu kita juga harus menjaga kebersihan diri dan selalu menjaga kesehatan tubuh dengan tetap berolahraga dirumah.

Pandemi covid-19 ini juga berdampak pada lingkungan pendidikan, mau tidak mau model pembelajaran yang diterapkan dilakukan secara virtual dengan mengadopsi berbagai fitur aplikasi pembelajaran modern.

Pandemi covid yang sedang melanda dunia tak terkecuali di Indonesia memungkinkan untuk membentuk penyederhanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan baik jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, maka dari itu model pembelajaran mengalami pergeseran untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di tengah pandemi saat ini. Model pembelajaran 4.0 hadir untuk menjawab tantangan pendidikan sekarang, diantaranya adalah E-learning, M-Learning, AR-Learning dan VR-Learning.

E-learning adalah teknologi informasi dan komunikasi untuk mengaktifkan siswa untuk belajar kapan pun dan dimana pun (Dahiya,2010). E-learning merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan elektronik atau komputer yang mampu melancarkan proses pembelajaran tanpa perlu bertatap muka secara langsung antara guru dengan siswanya. Weller dan Wilson (2001) menyatakan karakteristik E-learning diantaranya, 1)Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, 2)Memanfaatkan keunggulan komputer, 3)Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri kemudian disimpan di computer, sehingga dapat diakses oleh dosen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja, 4)Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat dikomputer. Manfaat E-learning yaitu fleksibelitas dalam pembelajaran dari segi tempat dan waktu, sehingga dengan E-learning dapat mencapai tujuan pembelajaran meski tidak bertatap langsung. Komponen E-learning berupa Personal Computer (PC) yaitu komputer atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu.

M-learning (Mobile-Learning) adalah perangkat elektronik portable yang digunakan sebagai tren dalam pendidikan tinggi untuk mengakses dan berbagi informasi (Geist,2011; Miller,2012). M-learning sama saja halnya dengan E-learning hanya saja melalui perangkat komputasi mobile. Contoh dari M-learning ini seperti handphone, ponsel, laptop, dan perangkat teknologi informasi yang akan banyak digunakan dalam hal belajar-mengajar. M-learning diterapkan untuk proses belajar sepanjang waktu, dan siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran, menghemat waktu dan tidak perlu siswa hanya mengumpulkan tugas dengan masuk kelas cukup pada mobile phone yang secara tidak langsung akan meningkatkan keaktifan siswa.

AR-Learning (Augmented Reality Learning) banyak diterapkan dibidang pembelajaran. AR-Learning ini merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya 2 dimensi ataupun 3 dimensi kedalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata (Haller&Michelle, 2007). Fungsi AR-Learning salah satu untuk meningkatkan cerita. Dengan membaca kata-kata dapat menciptakan gambaran visual dalam pikiran kita tetapi ketika sebuah buku cerita menjadi hidup, dampaknya jauh lebih besar. AR-Learning memberikan pendidikan ke tingkat sangat baru.

VR-Learning (Virtual Reality Learning) adalah teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan simulasi terhadap suatu objek nyata dengan menggunakan komputer  yang mampu membangkitkan suasana tiga dimensi (3D) sehingga membuat pemakai seolah-olah terlibat secara fisik. VR-Learning ini merupakan teknologi yang sangat canggih karena dapat menampilan suatu objek apapun dengan jelas, sehingga bagi siswa yang belum mengerti akan menjadi tahu dan paham dengan secara jelas suatu objek yang ditampilkan tersebut. Teknologi VR-Learning sudah banyak digunakan diberbagai bidang seperti bidang medis, industri penerbangan, bidang pendidikan, dan game. Aplikasi pembelajaran menggunakan Virtual Reality memiliki daya tarik tersendiri yang membuat pengguna akan mudah lebih paham mengenai hal-hal atau materi-materi dalam segala bidang.

Bagaimana jika model-model pembelajaran era 4.0 belum memadai di Indonesia dengan adanya Covid-19 ?

Negara Indonesia pasti akan kesulitan, baik dibidang ekonomi, pendidikan, medis, industri penerbangan, dan bidang-bidang lainnya. Karena pemanasan global semakin tinggi, dan teknologi dari zaman ke zaman semakin canggih, bahkan di negara Jepang menciptakan robot yang bisa melakukan apa saja halnya manusia seperti berjabat tangan, bermain sepak bola, berjalan ditangga, menuangkan air kedalam gelas, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, model-model pembelajaran era revolusi industri 4.0 sangat dibutuhkan dan sangat berpengaruh dalam mencapai tujuan pembelajaran pada pendidikan di seluruh negara terutama di Indonesia dalam maraknya pandemi ini.

DomaiNesia

Artikel Opini UPB Bumiayu

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.