Diduga Diskriminasi Ras Loloda, Yusman Dumade Mengecam Pernyataan Bupati Halut

143 views

Bangsawan Madopolo Kerajaan Loloda, Yusman Dumade.SKM.CST

Ternate, medianasional.id – Bangsawan Madopolo Kerajaan Loloda, Yusman Dumade.SKM.CST mengecam keras atas perkataan Bupati Halmahera Utara Frans Manery dalam pernyataanya saat memberikan sambutan penyerahan bantuan sosial kepada sejumlah petani di Desa Makarti, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara pada hari Senin tanggal 7 September 2020.

Dari pernyataannya, melalui video dengan durasi selama 1 menit 12 detik yang telah tersebar di media sosial dan salah satunya adalah Facebook. Dimana dalam video tersebut memuat perkataan Bupati Halut tentang “Loloda itu saya kalah 5 tahun lalu, kita me pande tara bodoh sama deng dorang. Kita baru bikin dia pe jalan, dia pe jembatan belum, kita kase tunggu. Ngoni tara pilih jembatan tarajadi. Sekarang ngoni tara pilih itu so talalu sudah. Salam di kades-kades e. Apalagi kemarin saya so mendaftar. Saya kase tau saya so mendaftar kades Loloda itu, jangan lupa itu saja”.

Berdasarkan hal tersebut, Yusman mengatakan bahwa sambutan bupati itu memuat penghinaan terhadap suku Loloda yang diwujudkan dengan ujaran kebencian, dan merupakan salah satu bentuk tindakan diskriminasi ras dan etnis, dengan perkataan“ Kita me Pande tra bodoh sama dorang”. Dari perkataan itulah Ia menyampaikan bahwa apakah kalimat atau frasa tersebut masuk dalam pidana penghinaan terhadap ras dan etnis. Namun dikatakan lanjut yang berhak untuk menjelaskan adalah Ahli pidana.

Atas perihal ini, Yusman juga menuturkan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 4 huruf b angka (2) UU No. 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis yang berbunyi : Tindakan diskriminatif ras dan etnis berupa ” (2) berpidato, mengungkapkan, atau melontarkan kata-kata tertentu di tempat umum atau tempat lainnya yang dapat didengar orang lain”.

Lanjut dia, Dan bahkan setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan ujaran kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta.

Kemudian dikaitkan dengan penghinaan Pasal 315 KUHP berbunyi sebagai berikut: “Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.”

“Sehingga menurut hukum yang saya pahami, Jika perbuatan menghinaan suku itu dilakukan dengan cara mengungkapkan atau melontarkan kata-kata tertentu yang menunjukkan kebencian pada ras dan etnis tertentu, maka pelakunya dapat dipidana,” Tegasnya, Rabu (16/9/2020).

Dengan adanya pernyataan bupati yang di duga menyindir Ras Loloda. “saya orang loloda selaku pemangku adat dan kerajaan Loloda sangat menyesalkan dan mengecam perkataan pak Bupati Halut Frans Manery yang dengan sengaja telah mediskriminasi ras dan etnis Loloda,”Tandasnya. (Red)

DomaiNesia

Diduga Diskriminasi Ras Loloda Halmahera Utara Maluku utara Yusman Dumade Mengecam Pernyataan Bupati Halut

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.